Semangat Sumpah Pemuda, Warga Lintas Usia di Jatigunung Pacitan Kompak Lestarikan Langen Tayub

oleh -48 Dilihat
Rakaman udara puluhan warga merentas generasi Desa Jatigunung berbaris rapi mengikuti latihan tarian Langen Tayub pada waktu malam di halaman balai desa menjelang pemecahan Rekor MURI Gebyar Langen Tayub Pacitan.
KOMPAK BERLATIH – Rakaman udara memperlihatkan warga merentas generasi Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, berbaris rapi mengikuti latihan tarian Langen Tayub pada waktu malam di halaman balai desa setempat, Isnin (26/10/2026). Seramai 102 warga desa berkenaan bersiap sedia menyertai pemecahan Rekor MURI Gebyar Langen Tayub Pacitan sempena Hari Sumpah Pemuda di Stadion Wijaya Krida pada Rabu (28/10/2026). (Foto: Dok. Pemdes Jatigunung)

Pacitanku.com, TULAKAN – Sebanyak 102 warga lintas generasi dari Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Pacitan siap mencetak sejarah dalam pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Gebyar Langen Tayub Pacitan.

Gebyar Lengn Tayub Pacitan sendiri rencananya digelar di Stadion Wijaya Krida, Kabupaten Pacitan, Rabu (28/10/2026) malam.

Kalangan pemuda hingga warga lanjut usia (lansia) antusias mematangkan persiapan demi menyukseskan pagelaran tari tradisional dengan peserta terbanyak untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut.

Kepala Desa Jatigunung, Mislan, mengungkapkan bahwa keterlibatan warga dari berbagai kelompok usia ini menjadi daya tarik tersendiri. Demi menampilkan performa terbaik, ratusan peserta rutin berlatih secara intensif di balai desa setempat.

“Peserta dari Desa Jatigunung berjumlah 102 orang. Latihan dilakukan dua kali seminggu selama satu setengah bulan,” kata Mislan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Mislan, ragam gerak Langen Tayub yang dipelajari para penari relatif seragam. Namun, semangat dan kekompakan warga lintas usia selama proses latihan menjadi nilai utama dalam menyambut perhelatan budaya berskala besar ini.

Keikutsertaan ratusan warga Jatigunung tidak sekadar berorientasi pada pencatatan rekor dunia, melainkan juga menjadi ruang untuk merawat interaksi sosial melalui kesenian tradisional. Mislan berharap momentum ini mampu melestarikan seni budaya daerah sekaligus mempererat kerukunan masyarakat.

“Melalui Langen Tayub ini, rasa persaudaraan bisa menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Sebagai informasi, Gebyar Langen Tayub Pacitan 2026 mengusung tema Kridha Mataya, Mrih Arjaning Praja dan diprakarsai oleh Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Pagelaran kolosal ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Edhie Baskoro Yudhoyono (IBAS) dan JTV Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.