Setiap Detik Berarti, Relawan Pengemudi di Pacitan Dilatih Bantuan Hidup Dasar

oleh -111 Dilihat
Suasana pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi relawan di Pendopo Kabupaten Pacitan dalam peringatan Hari Jantung Sedunia.
Sekda Pacitan Heru Wiwoho (mewakili Bupati Pacitan) saat membuka pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi relawan pengemudi di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye global Hari Jantung Sedunia. (Foto: Dok. Prokopim Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Memperingati Hari Jantung Sedunia 2026, Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Darsono menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi relawan pengemudi di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (6/10/2026).

Upaya ini bertujuan agar petugas nonmedis mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat pada kondisi darurat yang mengancam jiwa.

Mewakili Bupati Pacitan, Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Heru Wiwoho saat membuka acara menyampaikan bahwa peran relawan layanan operasional sangat krusial.

Melalui External House Training ini, mereka diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai cara mengenali kondisi korban, melakukan penilaian awal, hingga memberikan bantuan hidup dasar sesuai prosedur medis.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan pada saat pelaksanaan, tetapi juga menjadi bekal yang dapat diterapkan secara berkesinambungan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,”kata Heru Wiwoho.

Di akhir penyampaiannya, Heru turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jantung serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat medis. Baginya, kecepatan penanganan menjadi kunci keselamatan karena setiap detik sangat berarti.

Sebagai informasi, peringatan Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) yang jatuh setiap tanggal 29 September menjadi momentum penting untuk menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penyakit jantung dan stroke hingga kini masih tercatat sebagai ancaman kesehatan pembunuh nomor satu di dunia.

Secara historis, kampanye global ini diinisiasi pertama kali pada tahun 1999 oleh Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation/WHF) yang berkolaborasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Peringatan perdana kemudian diselenggarakan secara resmi pada tahun 2000.

Melalui momentum Hari Jantung Sedunia 2026, masyarakat global terus didorong untuk proaktif mengambil kendali atas kesehatan jantungnya melalui pencegahan dan gaya hidup sehat.

Edukasi BHD yang menyasar kelompok relawan nonmedis di Pacitan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang tanggap darurat dan saling menjaga satu sama lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.