Cerita Saiul Ma’ruf Dulu Ditolak Kerja karena Difabel, Kini Sukses Jadi ASN dan Dirikan Klinik Zenkids Pacitan

oleh -111 Dilihat
Saiul Ma'ruf pendiri Klinik Zenkids Pacitan
Pendiri Klinik Pratama Zenkids, Saiul Ma'ruf, saat menceritakan perjuangannya membangun fasilitas tumbuh kembang anak yang inklusif dalam siniar Kertas Kosong di studio Pacitanku TV, dikutip pada Senin (14/9/2026). (Foto: Dok. Youtube Pacitanku TV)

Pacitanku.com, PACITAN — Berawal dari masa kecil yang harus digendong melintasi sungai demi bersekolah hingga pengalaman pahit ditolak kerja karena keterbatasan fisik, Saiul Ma’ruf (32), penyandang difabel asal Pacitan, kini sukses membuktikan kemampuannya.

Paul, sapaan akrabnya, kini tidak hanya mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Mahkamah Agung, tetapi juga berhasil mendirikan Klinik Zenkids, pusat layanan anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pacitan.

Perjuangan pemuda asal Desa Losari, Kecamatan Tulaan ini penuh dengan rintangan sejak dini.

Lahir dengan kondisi fisik terbatas pada 1992, Paul kecil harus digendong ibunya menempuh jarak enam kilometer pulang-pergi melintasi aliran sungai dan tebing terjal menuju sekolah dasar.

Cemoohan lingkungan tak menyurutkan tekad keluarganya. Memasuki kelas enam SD, sang ayah mulai melatihnya berjalan mandiri menggunakan tongkat kayu.

“Orang tua saya selalu berpesan, meskipun kondisi fisikmu terbatas, otakmu harus dipertajam. Makanya kamu harus sekolah bagaimanapun caranya,”kata Paul, saat berbincang dalam Siniar Kertas Kosong edisi ke-62 yang tayang di YouTube Pacitanku TV, dikutip pada Selasa (15/9/2026).

Pesan tersebut mengantarkannya meraih gelar sarjana Teknik Informatika di Malang. Namun, jalan menuju dunia kerja tak kalah terjal.

Saat kuliah semester enam, ia sempat lolos tes tulis dan medis di sebuah instansi BUMN di Yogyakarta, tetapi ditolak mentah-mentah melalui secarik kertas sobekan yang bertuliskan “tidak menerima pegawai cacat”.

“Itu semester enam, benar-benar memberikan kesan yang tidak mengenakkan. Tapi saya tetap mendaftar kerja lagi,”katanya.

Mental pantang menyerahnya membuahkan hasil. Memanfaatkan kebijakan kuota disabilitas dari pemerintah, ia lolos seleksi CPNS Mahkamah Agung pada 2019. Kini, sembari bertugas di Pengadilan Agama Pacitan, Paul mengubah kepedihan masa lalunya menjadi langkah nyata dengan meresmikan Klinik Zenkids pada 6 Januari 2026.

Berlokasi di Bangunsari, klinik tersebut didirikan dengan satu janji suci: memastikan anak-anak istimewa masa kini mendapatkan pendampingan profesional dan tidak lagi merasakan dinginnya stigma serta sulitnya akses seperti yang pernah ia alami.

Video Keterbatasan Fisik Bukan Halangan! Cerita Inspiratif Founder Zenkids Pacitan | Kertas Kosong Eps. 62

No More Posts Available.

No more pages to load.