Selamat Tinggal Bansos Salah Sasaran! Warga Pacitan Kini Bisa Sanggah Data secara Digital

oleh -214 Dilihat
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Heri Setijono saat wawancara terkait kesiapan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, memberikan keterangan kepada wartawan terkait kesiapan operasional Gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi jelang tahun ajaran baru pada Senin (6/7/2026). (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan menerapkan pemutakhiran data ekonomi warga setiap tiga bulan sekali melalui integrasi Nomor Induk Kependudukan Digital (NIKD) guna mengakhiri polemik penyaluran bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran.

Kepala Dinsos Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, memastikan status desil atau tingkat kesejahteraan tiap Kepala Keluarga (KK) kini tidak lagi permanen.

Data tersebut bersifat dinamis dan dievaluasi menyesuaikan kondisi riil di lapangan, beriringan dengan siklus pencairan bansos dari pusat maupun daerah.

“Data desil itu akan update tiga bulan sekali sesuai turunnya bantuan sosial. Dan itu dinamis sesuai ground cek petugas pendamping di lapangan,”kata Heri, Senin (7/9/2026).

Heri menyebut penetapan status desil sebuah keluarga mengacu pada 39 indikator yang dinilai secara objektif. Ia menggarisbawahi bahwa data yang dibiarkan statis merupakan akar masalah ketidaktepatan sasaran bansos selama ini.

“Fluktuasi data desil memungkinkan terjadi pada setiap KK. Update data desil yang dinamis tentu akan menghasilkan data yang lebih obyektif. Jika dulu data ini tidak di-update maka tidak obyektif,”jelasnya.

Digitalisasi data kependudukan ini juga disiapkan untuk mendobrak sistem pengelolaan lama yang pasif. Ke depan, sistem di Kabupaten Pacitan diproyeksikan lebih transparan dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi penyaluran perlindungan sosial secara mandiri.

“Bahkan ke depan setiap KK dapat mengajukan, menyanggah, maupun memperbaiki pengajuan bansos secara digital,” pungkas Heri.

No More Posts Available.

No more pages to load.