Pacitanku.com, PACITAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berhasil menyulap ruas jalan Mentoro–Arjosari yang sebelumnya rusak parah menjadi mulus pekat dengan aspal hotmix.
Pengerjaan jalan sepanjang 4,875 kilometer ini merupakan bagian dari proyek peningkatan infrastruktur senilai Rp39 miliar, dengan capaian progres yang dilaporkan melampaui target awal.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Suparlan, mengungkapkan realisasi fisik pengerjaan di ruas tersebut berjalan jauh lebih cepat dari rencana.
“Berdasarkan data progres pekerjaan, realisasi saat ini telah mencapai 30,74 persen, lebih tinggi dibandingkan rencana sebesar 11,22 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 19,52 persen,”jelas Suparlan saat dihubungi Pacitanku.com, Kamis (3/9/2026).
Melihat kelancaran proses pemadatan aspal hotmix oleh alat berat di lokasi, Suparlan optimistis proyek ini dapat rampung sesuai tenggat waktu.
“Alhamdulillah tidak ada kendala, panjang pengaspalan 4,875 km. Targetnya sampai bulan November selesai,”tegasnya.
Kondisi jalan yang kini mulus berbanding terbalik dengan situasi selama dua tahun terakhir yang kerap menuai keluhan. Sebelumnya, jalur ini mengalami kerusakan parah berupa aspal mengelupas, permukaan bergelombang, hingga lubang menganga, dengan titik terparah di Desa Purworejo.
Warga menduga kerusakan masif tersebut diperparah oleh rutinitas truk bermuatan pasir basah dari area penambangan rakyat. Kerusakan ini sangat membahayakan dan memicu kecelakaan, terutama saat lubang tertutup genangan air hujan.
Selain menuntaskan ruas Mentoro-Arjosari, alokasi APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 juga menyasar 41 paket perbaikan jalan dan dua jembatan.
Prioritas lainnya mencakup akses wisata vital, yakni pengerasan jalan menuju Pantai Buyutan sepanjang 2,7 kilometer dan ruas alternatif Pringkuku–Poko (2,8 kilometer) menuju Pantai Srau.
Di sisi lain, Pemkab Pacitan juga terus menangani jalur ekstrem Sengkan Selang di ruas antarkecamatan Tegalombo–Tulakan melalui metode sapu lubang guna memastikan keselamatan mobilitas warga di jalur bertanjakan tinggi tersebut.












