Pacitanku.com, PACITAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp39 miliar dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mengebut perbaikan jalan antarkecamatan dan akses pariwisata sepanjang 2026.
Dana tersebut disebar untuk 41 paket perbaikan jalan dan dua paket pembangunan jembatan di 12 kecamatan.
Langkah masif ini diambil mengingat tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Pacitan saat ini baru berada di angka 51 persen.
Dari total anggaran, sekitar Rp9 miliar difokuskan khusus untuk rehabilitasi jalan dan jembatan baru dengan skala prioritas pada tingkat kerusakan, akses layanan dasar, serta penunjang ekonomi pariwisata.
Sepanjang bulan Agustus 2026, pengerjaan fisik telah menyentuh sejumlah infrastruktur vital.
Untuk menunjang pariwisata, Dinas PUPR tengah melakukan pengerasan jalan sepanjang 2,7 kilometer menuju Pantai Buyutan dan merampungkan pengaspalan ruas Pringkuku–Poko sepanjang 2,8 kilometer sebagai jalur alternatif ke Pantai Srau.
Pengaspalan hotmix antarkecamatan juga terus berjalan, meliputi ruas Ngadirojo–Sudimoro, Hadiluwih–Sidomulyo, serta jalur sepanjang 4,9 kilometer dari perempatan SMPN 4 Pacitan melintasi Mentoro hingga Kecamatan Arjosari.
Sementara itu, perbaikan darurat saat ini difokuskan pada jalur ekstrem ruas antarkecamatan Tegalombo–Tulakan. Alat berat telah dikerahkan sejak Sabtu (29/8/2026) untuk meratakan aspal yang mengelupas dan bergelombang.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, Suparlan, memastikan perbaikan jalur rawan tersebut langsung berjalan agar mobilitas warga tidak terhambat.
“(Perbaikan jalur Tegalombo-Tulakan) mulai hari (Sabtu) ini. Perbaikan kita sifatnya sapu lubang. Bagi pengguna jalan tetap harus berhati-hati, karena banyak tikungan dan tanjakan yang tinggi,” kata Suparlan saat dihubungi Pacitanku.com, Sabtu (29/8/2026).












