Pacitanku.com, Sudimoro-Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Dusun Wates, Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan.
Rangkaian kegiatan yang digelar pada Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026, tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus menghidupkan kembali peran pemuda melalui Karang Taruna.
Sejumlah agenda digelar dalam kegiatan yang digerakkan oleh Karang Taruna bersama PPK Dusun Wates tersebut.
Salah satu panitia, Sandy, mengatakan kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih luas dari sekadar memeriahkan peringatan kemerdekaan.
Terlebih, pertandingan voli melibatkan pemuda dari dua dusun sekaligus.
“Tujuannya menghidupkan gairah persatuan dan persaudaraan, sekaligus menjadi ajang kegiatan positif yang melibatkan remaja yang sebelumnya belum mengetahui tentang Karang Taruna,” ujar Sandy.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memfasilitasi anak-anak maupun remaja yang memiliki bakat, tetapi belum mempunyai tempat untuk menyalurkannya.
Melalui kegiatan olahraga dan perlombaan, para pemuda diharapkan dapat lebih mengenal organisasi kepemudaan serta terdorong untuk ikut aktif dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan dusun maupun desa.
Dari berbagai rangkaian kegiatan, lomba makan kerupuk menjadi salah satu yang menarik perhatian.
Lomba yang identik dengan perayaan kemerdekaan tersebut menghadirkan suasana khas Agustusan dan membuat semarak HUT ke-81 RI semakin terasa.
Selain perlombaan anak-anak, hiburan dan pertandingan olahraga juga menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul serta menikmati momentum perayaan kemerdekaan bersama.
Menariknya, kegiatan tersebut awalnya tidak direncanakan secara matang.
Menurut Sandy, agenda semula justru hendak membahas kegiatan Agustusan sekaligus reorganisasi Karang Taruna.
Kondisi tersebut kemudian mendorong ketua baru untuk menggerakkan para pemuda agar tetap melaksanakan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Dukungan dari berbagai pihak pun mulai berdatangan.
Bahkan, sponsor yang pada awalnya belum tersedia akhirnya ikut membantu sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada hiburan dan perlombaan.
Pada Minggu malam, warga juga menggelar syukuran dan doa bersama.
Doa tersebut ditujukan untuk mengenang para pendiri dan pejuang Dusun Wates, sekaligus teman-teman Karang Taruna yang telah meninggal dunia.









