Cairkan Klaim Rp42 Triliun, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media Jatim Selamatkan Nasib Jutaan Pekerja Informal

oleh -104 Dilihat
Direktur Utama dan Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim berdiskusi dengan jurnalis dalam Media Gathering di Malang.
Jajaran pimpinan BPJS Ketenagakerjaan menggelar Media Gathering bersama insan pers Jawa Timur di Malang, Senin (24/8/2026). Sinergi ini ditujukan untuk memperluas cakupan jaminan sosial bagi jutaan pekerja informal yang belum terlindungi. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, MALANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus menggenjot perluasan cakupan jaminan sosial bagi puluhan juta pekerja informal di Indonesia.

Sadar tidak bisa bekerja sendiri, BPJS Ketenagakerjaan secara resmi memperkuat sinergi dengan insan pers melalui forum Media Gathering di Malang, Jawa Timur, Senin (24/8/2026).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, pihaknya telah melindungi sekitar 48 juta peserta aktif secara nasional dan membayarkan klaim sebesar Rp42 triliun kepada 3,6 juta kasus, termasuk beasiswa bagi 90.000 anak.

Meski angka tersebut masif, tantangan terbesar saat ini adalah menyelamatkan nasib pekerja informal yang cakupannya baru mencapai 13,5 juta dari total potensi 77,8 juta pekerja.

“Bagi kami, media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis untuk membantu menghadirkan informasi perlindungan yang lebih sederhana, relevan, dan terpercaya,” tegas Saiful.

Melalui pendekatan yang tepat, jaminan sosial diharapkan tidak lagi dianggap sebagai beban tambahan, melainkan jaring pengaman wajib bagi profesi rentan seperti pengemudi, pedagang, petani, dan nelayan. Media dinilai memiliki kekuatan untuk menyuarakan persoalan kelompok pekerja yang belum terjangkau ini ke permukaan.

Kondisi serupa juga menjadi fokus utama di wilayah Jawa Timur. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, memaparkan bahwa dari sekitar 21,06 juta pekerja di wilayahnya per 19 Agustus 2026, baru 5,63 juta orang yang berstatus sebagai peserta aktif.

“Karakter pekerja di Jawa Timur sangat beragam. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar perlindungan semakin luas dan semakin dekat dengan kebutuhan pekerja,” kata Utoh.

Lebih lanjut, kolaborasi ini sejalan dengan nilai baru Value Beyond Protection dari BPJS Ketenagakerjaan, di mana perlindungan tidak sekadar berhenti pada pembayaran santunan. Salah satu wujud nyatanya adalah peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) pada 18 Agustus lalu, yang menyasar ahli waris agar memiliki modal untuk kembali produktif secara ekonomi.

Utoh berharap insan pers di Jawa Timur tidak sekadar menjadi corong publikasi, namun juga mitra kritis yang memberikan evaluasi dari temuan di lapangan.

“Mari berjalan bersama, bukan sekadar menghasilkan pemberitaan, tetapi membangun kesadaran yang pada akhirnya mendorong semakin banyak pekerja untuk melindungi dirinya dan keluarganya,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.