KPR Festival 2026, UMKM Karangrejo Pacitan Bergeliat

oleh -100 Dilihat
Screenshot

Pacitanku.com, KARANGREJOKarangrejo Pesta Rakyat (KPR) Festival 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.

Kegiatan yang mengusung tema “KPR (Karangrejo Pesta Rakyat) Festival 2026” tersebut digelar selama tiga hari berturut-turut, 21-23 Agustus 2026, berpusat di Lapangan Desa Karangrejo.

Ketua Karang Taruna Desa sekaligus Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PPHBN) Desa Karangrejo 2026, Nasrul Wathon, mengatakan KPR Festival tahun ini tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

“Konsep kegiatan ini lebih ke arah pameran UMKM atau produk unggulan dari enam dusun se-Desa Karangrejo yang didukung sekitar 50 pedagang lokal maupun nonlokal,” ujar Nasrul.

Menurutnya, keberadaan pasar rakyat selama pelaksanaan KPR Festival menjadi bagian penting dari konsep kegiatan.

Pelaku UMKM dan pedagang mendapatkan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang datang.

Selain pasar rakyat, KPR Festival 2026 juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari berbagai usia.

Pada malam pertama, Jumat (21/8/2026), kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan penampilan pentas seni dari TK, PAUD, SD, dan MI di sekitar Desa Karangrejo.

Memasuki Sabtu (22/8/2026) pagi, masyarakat mengikuti berbagai lomba kegembiraan yang melibatkan anak-anak dan lansia.

Pada waktu yang sama juga digelar pertandingan bola voli.

Malam harinya, suasana festival dilanjutkan dengan lomba rebana antardusun yang menjadi salah satu ruang bagi warga untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni keagamaan.

Sementara itu, Minggu (23/8/2026) pagi, rangkaian kegiatan diisi dengan jalan sehat.

Seluruh rangkaian KPR Festival 2026 kemudian ditutup pada malam hari melalui doa bersama.

Nasrul menjelaskan, pemilihan konsep KPR Festival tersebut berangkat dari keinginan panitia untuk menghadirkan kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana santai dan gembira.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan serta menyatukan warga masyarakat dalam suasana santai dan gembira. Di samping itu, kami berusaha membuka ruang bagi pelaku UMKM setempat untuk memasarkan produk mereka,” katanya.


Ia menyebut, pelaksanaan selama tiga hari memberikan dampak positif yang dirasakan masyarakat.

Selain menjadi ruang hiburan dan kebersamaan, aktivitas pasar rakyat turut membuat perputaran ekonomi berlangsung di lingkungan desa.

“Alhamdulillah, warga masyarakat senang dan ekonomi berputar di desa kecil kami selama tiga hari tersebut,” ungkapnya.

Dengan konsep yang memadukan UMKM, seni, olahraga, hiburan, dan kegiatan sosial, KPR Festival 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat Desa Karangrejo.