Pilu Ibu Muda di Pacitan: 2,5 Tahun Lawan Kanker Usai Lahirkan Anak Pertama, Kini Butuh Uluran Tangan

oleh -102 Dilihat
Efrin Kusuma Wardyta penderita kanker limfatik asal Pacitan saat didampingi keluarganya.
Efrin Kusuma Wardyta (29), warga Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, saat menjalani perawatan medis. Ia telah berjuang melawan kanker limfatik selama 2,5 tahun terakhir. (Foto: Istimewa/Dokumen Keluarga)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG — Nasib pilu menimpa Efrin Kusuma Wardyta (29), seorang ibu muda asal Dusun Galit, Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Di saat para ibu pada umumnya menikmati masa merawat bayi, Efrin justru harus berjuang melawan kanker limfatik mematikan sejak melahirkan anak pertamanya 2,5 tahun lalu. Kondisi ini membuat keluarga kehabisan biaya, hingga sang suami terpaksa berhenti bekerja.

Meski seluruh prosedur penanganan medis Efrin telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, keluarga kini terkendala tingginya biaya operasional transportasi.

Setiap kali jadwal penanganan tiba, Efrin harus menempuh perjalanan jauh dari Pacitan menuju RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta.

“Yang banyak ke kebutuhan transportasi berobat ke RSUP Sardjito Jogjakarta. Butuh Rp600 ribu untuk sekali perjalanan, pakai ambulans juga segitu,”kata adik Efrin, Mukhsin Ardinugroho (23) saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Angka tersebut menjadi beban yang teramat berat di tengah himpitan ekonomi keluarga.

Terlebih, prosedur penyembuhan Efrin bukanlah proses yang singkat. Selama lebih dari dua tahun terakhir, tubuh rentan ibu muda itu harus menahan kerasnya berbagai tindakan medis.

“Operasi kemo (sudah) 20 kali-an, penyedotan cairan di paru sama perut,” ungkap Mukhsin.

Ujian seakan datang bertubi-tubi bagi keluarga ini. Demi mendampingi sang istri bertahan hidup, suami Efrin, Beti Agus Prastya (31), terpaksa melepas pekerjaannya.

Tak hanya itu, ibu Efrin, Tatik Andarwati (58), juga terserang stroke sejak setahun terakhir usai kepergian sang ayah yang wafat pada 2009.

Akibat situasi tersebut, anak semata wayang Efrin yang baru berusia 3,5 tahun kini terpaksa diasuh oleh nenek dari pihak suami. Pendapatan keluarga sepenuhnya bertumpu pada Mukhsin yang hanya bekerja serabutan serta uluran tangan kerabat.

“Kalau ekonomi keluarga Mbak, sementara Mas Agus ya nggak bisa kerja, Mas nunggu Mbak terus. Kalau pendapatan ya sementara dari keluarga-keluarga yang bantu untuk berobat,” jelas Mukhsin.

Sebagai adik, Mukhsin berusaha terus tabah mendampingi kakaknya.

Saat ini, pihak keluarga bersama Komunitas Petarung Kehidupan tengah membuka donasi terbuka untuk meringankan biaya transportasi dan akomodasi pengobatan Efrin.

“Ya harapan ada yang membantu, meringankan beban keluarga kami,” pintanya penuh harap.

Bagi masyarakat maupun pembaca yang ingin menyalurkan kepedulian dan donasi untuk kesembuhan Efrin, bantuan dapat disalurkan melalui rekening Bank BRI 6461-0101-3436-535 atas nama Perkumpulan Petarung Kehidupan.

Informasi lebih lanjut dan konfirmasi donasi dapat menghubungi nomor WhatsApp pihak keluarga di 0851-5604-5525.

No More Posts Available.

No more pages to load.