Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, secara resmi memberangkatkan kirab piala juara 1 tingkat nasional Lomba Tiga Pilar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) 2026 yang diraih Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo.
Kirab tersebut digelar dari Halaman Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (13/8/2026).
Prestasi prestisius dari kapolri ini dirayakan melalui iring-iringan kirab yang mengelilingi kawasan perkotaan Pacitan sebelum akhirnya diserahkan secara penuh menuju Desa Nogosari.
Keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras dan sinergi solid antara pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat.
Baca juga: Sinergi dan Inovasi E-Thithir Bawa Desa Nogosari Pacitan Juara 1 Lomba Tiga Pilar Nasional 2026
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Ia menaruh harapan besar agar capaian gemilang Desa Nogosari mampu memantik semangat desa-desa lain di wilayah Pacitan untuk berinovasi.

“Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, serta Kabupaten Pacitan,”kata Bupati dalam sambutannya saat apel pemberangkatan kirab yang turut dihadiri Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kemenangan Desa Nogosari di kancah nasional tidak lepas dari inovasi digitalisasi pelayanan dan keamanan. Mereka sukses mengimplementasikan aplikasi E-Thithir dan sistem Trisula Naga.
Aplikasi E-Thithir dilengkapi fitur geotagging serta terintegrasi langsung dengan data kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang memungkinkan petugas merespons laporan warga dengan cepat dan terukur.
Pendamping IT sekaligus perwakilan Kecamatan Ngadirojo, Wira Swastika, menjelaskan bahwa sinergi digital ini memastikan setiap laporan yang masuk tidak sekadar tercatat, melainkan ditindaklanjuti hingga tuntas tanpa hambatan birokrasi.
“Kami memastikan kerangka sinergi Trisula Naga dan aplikasi E-Thithir memiliki alur kerja yang padu, di mana laporan warga langsung masuk serentak ke ponsel ketiga unsur Tiga Pilar hingga ada petugas yang tiba di lokasi kejadian dengan presisi,”jelas Wira.
Selain sistem pelaporan keamanan, digitalisasi di Desa Nogosari juga telah menyentuh aspek kemandirian data kebencanaan dan pelayanan administrasi surat-menyurat melalui aplikasi SiSoge yang telah menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Guna menjaga keberlanjutan program pascakompetisi, inovasi berbasis digital dan respons cepat Tiga Pilar ini telah dilembagakan menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) harian dalam pelayanan masyarakat di Desa Nogosari.
Harapannya, ekosistem digital yang humanis dan partisipatif ini dapat segera direplikasi oleh desa-desa lainnya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.












