Pacitanku.com, PUNUNG— Pengajian akbar peresmian Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Azhar di Lapangan Gelora Bung Harto, Desa Sooka, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, pada Selasa (4/8/2026) malam, diwarnai momen mengharukan.
Hal itu terjadi ketika pendakwah kondang Gus Haji Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) memberikan hadiah umrah gratis kepada seorang petani tradisional.
Acara peresmian lembaga pendidikan gratis yang dihadiri oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah dan Pengasuh Pondok Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyathi ini menjadi lautan jemaah.
Di tengah acara, Gus Iqdam memanggil Mbah Rokani (71), seorang petani asal Desa Sooka yang menderita sakit saraf kaki gemetar, berkesempatan berdialog secara langsung.
“Pak Rokani, jenengan pun nate teng Mekkah dereng?” tanya Gus Iqdam kepada Mbah Rokani.
“Dereng,” jawab Mbah Rokani dengan polos.
Mendengar jawaban tersebut, Gus Iqdam langsung memastikan keberangkatan Mbah Rokani ke Tanah Suci.
“Sing ngumrohne niki lho, Kopi Jos Jis, Om Rudi kalih kawan-kawan meniko Mas Afrian. Insyaallah Juli tahun depan… budale kek Blitar kalih kulo mriko,” ujar Gus Iqdam yang disambut air mata kebahagiaan Mbah Rokani.
Baca juga: Ini Ijazah Gus Iqdam di Pacitan untuk Jemaah dalam Rangka Penolak Kefakiran dan Kelancaran Rezeki
Kebahagiaan Mbah Rokani kian lengkap setelah dirinya mendapatkan bantuan biaya pembuatan paspor senilai Rp3 juta dari Dr. Warkim selaku perwakilan RS Medical Mandiri Pacitan, serta tambahan uang saku dari tokoh masyarakat setempat, Ibu Asiatun Ploso.
“Mimpine mboten mimpi Gus… namung pengin sanget pengin nopo pengin umroh,” tutur Mbah Rokani dengan penuh kepolosan.
Selain Mbah Rokani, apresiasi serupa juga diberikan kepada Pak Tohiran, pensiunan asal Kabupaten Wonogiri yang rela menyewa mobil demi mengantar tetangganya pergi mengaji secara gratis.
Berkat ketulusannya, Pak Tohiran mendapat uang tunai Rp2 juta serta paket hadiah dari berbagai sponsor.
Momen penuh haru lainnya juga hadir dari Ibu Ruliati, seorang janda pendamping desa yang dengan mulia mengembalikan hadiah uang tunai dari Gus Iqdam agar dialokasikan sepenuhnya untuk kas warga Desa Sooka.
Sementara Mbak Ummu Sulaim (25), alumnus Pondok Pesantren Al-Fatah Kikil asal Nawangan yang prihatin atas maraknya santri mengumbar aurat di media sosial TikTok, dianugerahi uang transportasi rombongan sebesar Rp2,6 juta dan tabungan nikah pribadi senilai Rp500 ribu.
Kemeriahan malam itu ditutup dengan pengumuman dari Gus Iqdam yang menyatakan pimpinan YPI Nurul Azhar, K.H. Syamsudin, S.Ag., yang berkomitmen memberangkatkan 10 warga Desa Sooka untuk menunaikan ibadah umrah gratis pada September mendatang.
Sebagai informasi, YPI Nurul Azhar merupakan lembaga kemasyarakatan yang menaungi pendidikan formal gratis mulai dari jenjang PAUD, madrasah, sekolah kejuruan, hingga pondok pesantren dan tahfiz Alquran.
Lembaga ini didirikan oleh KH Syamsudin, putra asli Desa Sooka yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Tremas Pacitan.














