Usung Tema “Asta Pandu Brata”, SMAN 1 Pacitan Jadi Wakil SMA se-Pacitan dan Sabet Penyaji Terbaik Festival Ronthek 2026

oleh -101 Dilihat
Penampilan Grup Rontek Pandu Kridhaswara SMAN 1 Pacitan membawakan tema Asta Pandu Brata di Festival Ronthek Pacitan 2026.
Aksi memukau Grup Rontek Pandu Kridhaswara SMAN 1 Pacitan saat mementaskan "Asta Pandu Brata" dalam ajang Festival Ronthek Pacitan 2026. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Grup Rontek Pandu Kridhaswara dari SMAN 1 Pacitan yang bertindak sebagai wakil resmi ronthek tingkat SMA se-Pacitan sukses menyabet predikat penyaji terbaik kategori pelajar pada ajang Festival Ronthek Pacitan 2026, Minggu (19/07/2026).

Penampilan memukau tersebut berhasil mencuri perhatian penonton berkat perpaduan harmonis antara seni budaya tradisional dan nilai-nilai kepramukaan melalui filosofi delapan elemen alam.

Tampil dengan kekompakan musikalitas, koreografi penari, serta properti pendukung yang apik dalam balutan seragam pramuka, grup ini mengusung konsep “Asta Pandu Brata”.

Konsep tersebut mengisahkan perjalanan spiritual sekelompok pandu yang menjalani laku kedisiplinan (brata) guna menyerap delapan kekuatan kebajikan alam raya sebagai simbol pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan bijaksana.

“Kepercayaan sebagai perwakilan ronthek tingkat SMA se-Pacitan ini kami buktikan melalui persiapan matang dan penampilan maksimal yang memadukan seni tradisi dengan nilai-nilai kepramukaan,” ujar perwakilan pelatih Rontek Pandu Kridhaswara SMAN 1 Pacitan.

Dalam pementasan tersebut, para pandu mengeksplorasi gerbang alam untuk menyatu dengan delapan unsur Hastabrata.

Unsur-unsur tersebut meliputi Dahana (api) sebagai lambang keberanian, Candra (bulan) untuk kelembutan, Angkasa dan Samudera untuk keluasan hati, Kartika (bintang) sebagai penunjuk arah, Bantala (tanah) yang mencerminkan keikhlasan, Maruta (angin) sebagai simbol ketangkasan, hingga Surya (matahari) yang melambangkan kepemimpinan yang adil.

Seluruh filosofi elemen alam tersebut diaktualisasikan langsung ke dalam butir-butir Dasa Dharma Pramuka.

Melalui pesan moral yang kuat, penampilan ini tidak hanya menyuguhkan hiburan seni tradisional yang berkualitas, tetapi juga memperkuat peran gerakan pendidikan nonformal dalam melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang arif dan berintegritas tinggi di Kabupaten Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.