Pacitanku.com, PACITAN – Grup Ronthek dari Kecamatan Pringkuku kembali menorehkan prestasi sebagai penyaji terbaik dalam ajang Festival Ronthek Pacitan pada Minggu (19/7/2026).
Keberhasilan ini menyejajarkan Kecamatan Pringkuku dengan Kecamatan Arjosari (Bregodho Turonggo Mudho) dan Donorojo (Bregodho Bumi Wates) yang juga menerima penghargaan serupa dari dewan juri.
Penghargaan ini diraih setelah penampilan memukau mereka yang bertema “Pandom Tanpa Tepi” dinilai unggul secara mutlak dalam aspek koreografi, musikalitas, hingga penjiwaan.
Baca juga: Ini Daftar Pemenang Festival Ronthek Pacitan 2026
Bahkan salah satu yang cukup unik adalah penggunaan properti perahu dan ikan yang dibuat dengan anyaman bambu menambah keindahan seni budaya Ronthek Pacitan.

Pada pergelaran tahun ini, Ronthek Bumbung Kamulyan menyajikan filosofi mendalam tentang perjalanan manusia mengarungi samudra kehidupan.
Konsep pertunjukan menghadirkan samudra sebagai simbol dinamika kehidupan. Ombak yang silih berganti dimaknai sebagai ujian yang membentuk keteguhan hati, sementara kapal melambangkan ikhtiar manusia. Di sisi lain, sosok nelayan divisualisasikan sebagai simbol pengabdian, kerja keras, dan kesetiaan terhadap tanggung jawab.
Melalui perpaduan alunan musik bambu, tarian, dan visual teatrikal, Bumbung Kamulyan merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, budaya, dan Sang Pencipta.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah manusia akan mampu menghadapi setiap gelombang kehidupan selama berpegang teguh pada nilai-nilai warisan leluhur demi mencapai rahayu dan kamulyan (kemuliaan).
“Harmoni bunyi bambu menjadi perlambang harapan dan semangat untuk terus melangkah meski dihadapkan pada berbagai tantangan kehidupan,” kata MC Juminten saat membacakan narasi pengiring penampilan ronthek tersebut.
Pada puncak penampilannya, pertunjukan ini menghadirkan tokoh representasi ombak yang bergerak dinamis. Terkadang ombak itu tenang menenteramkan, namun tak jarang meninggi menjadi ancaman. Visualisasi ini menegaskan realitas kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian.

Prestasi yang diraih Ronthek Bumbung Kamulyan tahun ini semakin memperpanjang rekor gemilang Kecamatan Pringkuku. Kekompakan, kreativitas, dan perpaduan suara khas ronthek terus membawa mereka mendominasi panggung festival dari tahun ke tahun.
Rekam Jejak Prestasi Ronthek Pringkuku
Mengukuhkan posisinya sebagai barometer seni ronthek di Pacitan, Kecamatan Pringkuku terbukti konsisten mendominasi panggung dan menorehkan deretan prestasi gemilang selama belasan kali penyelenggaraan festival.
5 Penyaji Terbaik
Kecamatan Pringkuku berhasil masuk ke dalam jajaran 5 Penyaji Terbaik pada festival tahun ini.
Juara Umum
Gelar Juara Umum berhasil diraih melalui penampilan memukau dari Grup Ronthek “Raung Bambu”.
Juara Umum
Grup Ronthek “Raung Bambu” sukses mempertahankan gelar Juara Umum selama dua tahun berturut-turut.
Festival Ditiadakan
Festival Ronthek Pacitan ditiadakan dan tidak diselenggarakan di jalanan karena adanya pembatasan kegiatan akibat pandemi COVID-19.
Penyaji Terbaik
Tradisi juara kembali dilanjutkan oleh Grup Ronthek “Limangkara” yang sukses menyabet gelar Penyaji Terbaik.
Penampilan Unggulan
Kecamatan Pringkuku diwakili oleh Grup Ronthek “Kedaton Maron” yang turut menorehkan catatan partisipasi apik.
Penyaji Harapan
Gelar Penyaji Harapan berhasil dibawa pulang melalui persembahan dari Ronthek “Sawung Janur”.
Penyaji Terbaik
Predikat Penyaji Terbaik kembali diraih melalui pertunjukan dari “Rontek Rancak Bumbung”.
Penyaji Terbaik
Grup Ronthek “Bumbung Kamulyan” mempertahankan gelar Penyaji Terbaik melalui lakon “Pandom Tanpa Tepi”.
LIVE STREAMING: Festival Ronthek Pacitan 2026 Hari ke-3 | 19 Juli 2026













