Pacitanku.com, PACITAN – Grup Ronthek Argo Miling dari Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro, Pacitan tampil atraktif dalam Festival Ronthek Pacitan 2026 lewat pertunjukan berjudul “Pande” pada Sabtu (18/7/2026).
Tampil sebagai peserta kelima pada hari kedua festival, mereka berhasil mengubah kearifan lokal tradisi pandai besi menjadi seni pertunjukan yang sarat akan makna filosofis mengenai proses penempaan jiwa manusia.
Perpaduan irama alat musik bambu yang menghentak dengan suara godam menciptakan suasana layaknya perapian tradisional.
Melalui gerak teatrikal dan visualisasi ububan geni, Argo Miling menggambarkan kerasnya perjuangan seorang pandai besi yang harus menaklukkan unsur api, air, dan angin demi menghasilkan perkakas pertanian yang bermanfaat.
MC Juminten, saat membacakan sinopsis pertunjukan, menjelaskan bahwa sosok pandai besi selama ini berada di balik layar namun memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan kehidupan agraris masyarakat desa.

“Pande adalah tradisi leluhur yang masih terjaga dengan baik dalam kehidupan masyarakat Desa Karangmulyo, Kecamatan Sudimoro. Mereka mengambil peran penting bagi harmoni kehidupan masyarakat pedesaan. Di balik layar, merekalah penyedia senjata dan alat bagi para petani untuk mengolah tanah sekaligus melestarikan bumi,”tutur Juminten.
Lebih dari sekadar proses membentuk logam, “Pande” juga menyimpan nilai spiritual yang mendalam. Juminten menambahkan, dalam pandangan batin, proses ini dimaknai sebagai mande ati atau menempa hati.
Layaknya besi keras yang harus dibakar hingga membara agar keraknya hilang dan mudah dibentuk, jiwa manusia juga harus melewati berbagai ujian, amarah, dan tantangan kehidupan.
Melalui kesabaran dan keteguhan dalam proses penempaan tersebut, manusia diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh, bijaksana, serta selaras dan bermanfaat bagi sesama.
LIVE STREAMING RELAY: Festival Ronthek Pacitan 2026 Hari ke-2 | 18 Juli 2026













