Pacitanku.com, PACITAN – Kontingen Ronthek Laskar Gunung Bangkeran dari Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo tampil memukau pada hari pertama Festival Ronthek Pacitan 2026 di Alun-Alun Pacitan, Jumat (17/7/2026).
Penampilan yang atraktif dan kompak ini mengangkat tema “Prahoro Tikus Jinondro”, membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan hidup.
Koreografi apik yang disuguhkan kontingen Tegalombo ini menceritakan legenda masyarakat Desa Gemaharjo tentang wabah Tikus Jinondro.
Bencana tersebut dipercaya berasal dari Gunung Bangkeran, dipicu oleh rusaknya ekosistem hutan akibat kelalaian manusia.
Gerombolan tikus digambarkan menyerbu areal persawahan warga hingga menyebabkan kerusakan tanaman dan gagal panen.
Kondisi ini menjadi simbol nyata bahwa kerusakan lingkungan akan berdampak langsung terhadap penderitaan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam alur pertunjukan, warga yang terdampak kemudian melakukan ritual untuk membangun kesadaran kolektif.
Tujuannya adalah kembali menjaga alam dan menghentikan perbuatan yang merusak lingkungan, yang pada akhirnya berhasil mengakhiri wabah tikus tersebut.
Melalui lakon ini, Kecamatan Tegalombo ingin menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan, sekaligus mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi mendatang.
“Dengan irama bambu yang sederhana, kini ronthek telah berkembang menjadi budaya seni yang memadukan musik, tari, teatrikal, dan kreativitas tanpa meninggalkan akar tradisi. Festival ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya, media edukasi, serta wahana memperkuat kebersamaan masyarakat,”kata Wakil Bupati Pacitan Gagarin saat menyampaikan sambutannya.
Video Livestreaming Festival Ronthek Pacitan 2026 Hari Pertama










