Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur 2026 yang telah rampung digelar pada 9 hingga 11 Juli 2026.
Ajang bergengsi garapan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Pacitan ini diikuti oleh 720 atlet dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, yang tak hanya menjadi sarana uji tanding strategis menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), tetapi juga berhasil memberikan efek ganda bagi perekonomian lokal.
Sebagai tuan rumah, Pacitan dinilai sukses memfasilitasi jalannya kompetisi sekaligus melakukan pembinaan berkesinambungan dengan menurunkan 56 atlet.
Komposisi tersebut didominasi oleh 46 pecatur muda kelompok umur 15–19 tahun dan 10 atlet senior.
Menariknya, kejuaraan ini juga menjadi panggung bagi Prabaskara, atlet termuda asal Pacitan yang baru berusia lima tahun, sebagai bukti nyata berjalannya regenerasi atlet usia dini di daerah tersebut.
Ketua Percasi Kabupaten Pacitan, Bagus Surya Pratikna, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran jalannya turnamen sejak awal hingga akhir.
Terkait tingginya antusiasme seluruh peserta yang terus bertahan dan bertanding selama tiga hari pelaksanaan, Bagus menggarisbawahi bahwa hal tersebut tak lepas dari sistem kompetisi yang diterapkan.
“Alhamdulillah Kejurprov catur ini memasuki hari kedua dan seluruh pertandingan berjalan lancar. Yang unik dari pertandingan catur, peserta tidak langsung gugur. Mereka tetap mengumpulkan poin dari setiap babak, sehingga seluruh 720 atlet masih tetap bertanding hingga ronde berikutnya,” jelas Bagus
Keberhasilan perhelatan ini tidak hanya dirasakan di atas papan catur. Mengingat hanya 45 atlet yang murni berasal dari Pacitan, kehadiran ratusan kontingen luar daerah beserta pelatih, ofisial, dan keluarga pendamping terbukti membawa angin segar pasca-acara.
Mobilitas peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut sukses mendongkrak perputaran ekonomi lokal secara signifikan, khususnya pada peningkatan okupansi sektor perhotelan, ramainya wisata kuliner, hingga naiknya pendapatan para pelaku usaha mikro di Pacitan.













