Dugaan Keracunan MBG di Tegalombo, Dinkes Pacitan Uji Sampel ke Surabaya

oleh -160 Dilihat
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengenakan seragam dinas putih di ruang kerjanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji. Pihaknya berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Pacitan. (Foto: Dok. Dinkes Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mengirimkan sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kecamatan Tegalombo ke Labkesmas Surabaya untuk memastikan penyebab dugaan keracunan massal yang dialami sejumlah siswa, Sabtu (11/4/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, para siswa menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada gastroenteritis akut.

Pihaknya kini fokus melakukan pendalaman intensif melalui uji laboratorium untuk mengetahui kandungan zat atau kontaminan dalam makanan tersebut.

“Dugaan sementara mengarah pada keracunan, namun saat ini masih dalam pendalaman. Sampel sudah dibawa ke Labkesmas Surabaya dan kami koordinasikan secara cepat (cito). Kisaran hasil keluar 4–5 hari, tetapi semoga bisa lebih cepat,”kata dr. Daru saat dikonfirmasi pada Sabtu siang.

Langkah cepat ini diambil untuk memitigasi dampak lebih lanjut serta memberikan kepastian bagi orang tua siswa.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 siswa dari jenjang TK hingga SMP di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (9/4/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare yang muncul secara massal di beberapa desa.

Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kondisi kesehatan anak mereka yang menurun drastis pasca-menyantap jatah makanan dari program tersebut.

Berdasarkan data sementara, para korban berasal dari Desa Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo.

Sebagian siswa saat ini menjalani rawat inap di Puskesmas Pembantu Tegalombo dan RSU Medical Mandiri Pacitan.

Baca juga: Belasan Siswa di Tegalombo Pacitan Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, mengonfirmasi bahwa warganya mulai menyadari adanya kejanggalan saat banyak ketua RT terlambat menghadiri rapat desa pada Jumat (10/4).

Setelah dikonfirmasi, para perangkat desa tersebut sedang sibuk mengantar anak-anak di lingkungannya ke fasilitas medis.

“Saya tanya, ternyata banyak yang sedang mengantar anaknya ke puskesmas. Keluhannya sama, muntah-muntah dan sakit perut setelah makan MBG,”kata Susilo saat memberikan keterangan pada Sabtu (11/4/2026).

Menurut keterangan warga, kecurigaan mengarah pada beberapa komponen makanan yang disajikan, seperti buah melon yang terasa asam serta saus tahu dalam menu harian tersebut.

Selain siswa sekolah dasar, sejumlah anak TK juga dilaporkan absen sekolah karena mengalami gejala serupa.

Dugaan keracunan ini memicu kekecewaan dari pihak keluarga korban. Salah satu kerabat siswa SDN 1 Gedangan yang kini dirawat di RS Medical Mandiri menyayangkan belum adanya klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG di wilayah Tegalombo.

No More Posts Available.

No more pages to load.