Pacitanku.com, PUNUNG — Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, terus mendorong pengembangan Museum Song Terus di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sebagai pusat edukasi dan literasi budaya yang inklusif.
Dorongan ini ditegaskan pascapeninjauan langsung ke museum tersebut pada Jumat (27/3/2026) lalu, mengingat kawasan Song Terus menyimpan jejak krusial perjalanan peradaban manusia purba di Nusantara yang diperkirakan berusia hingga 300.000 tahun.
Dalam kunjungannya pekan lalu tersebut, Fadli Zon menekankan bahwa museum ini harus mampu menghadirkan narasi utuh mengenai sejarah kehidupan manusia purba di kawasan selatan Jawa.
Terlebih, di museum ini tersimpan temuan penting seperti kerangka manusia prasejarah “Mbah Sayem” yang ditaksir berusia 8.500 tahun.
“Di museum ini kita bisa menyaksikan satu rangkaian perjalanan peradaban manusia di Pacitan, dari awal hingga manusia modern seperti sekarang,”kata Fadli Zon di sela-sela peninjauannya, Jumat (27/3/2026).
Lebih lanjut, Menbud menilai penguatan fungsi museum perlu dibarengi dengan penyediaan fasilitas pendukung yang memperkaya pengalaman belajar masyarakat.
Ia mencontohkan pentingnya optimalisasi auditorium, ruang pemutaran film 3D, serta ruang pertunjukan seni dan budaya di kompleks bangunan tersebut.
“Ini bukan hanya tempat penyimpanan artefak, tetapi juga pusat edukasi dan literasi budaya yang sangat penting,”tambahnya.
Museum Song Terus sendiri dibangun untuk merangkum hasil penelitian arkeologi yang telah berlangsung selama puluhan tahun di bentang alam karst Gunung Sewu, Pacitan.
Penelitian di kawasan ini melibatkan banyak ahli sejak era kolonial, mulai dari G.H.R. von Koenigswald hingga arkeolog Indonesia, R.P. Suyono.
Situs ini membuktikan keberlanjutan hunian manusia melalui temuan alat batu dan sisa fauna dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Dalam agenda tersebut, Menteri Kebudayaan turut didampingi oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara.
Ke depan, pemerintah berkomitmen menjadikan museum ini sebagai kantong budaya yang aktif dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk sarana pembelajaran.
Video REVIEW MUSEUM SONG TERUS PACITAN: Ikon Wisata Sejarah di Dekat Goa Tabuhan









