Halal Bihalal Dusun Tanggalan Sudimoro Pacitan Suguhkan Kesenian Jaranan, Warga Antusias

oleh -167 Dilihat
Sejumlah pemain jaranan menampilkan atraksi kuda kepang dalam rangkaian halal bihalal warga Dusun Tanggalan, Sudimoro, Pacitan. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, SUDIMORO-Suasana meriah menyelimuti Balai Dusun Tanggalan, Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Senin malam (23/3/2026).

Kegiatan halal bihalal yang digelar oleh Karang Taruna Bina Taruna Dusun Tanggalan ini sukses menarik perhatian warga dengan menghadirkan hiburan kesenian jaranan “Rogo Jati Budhoyo” asal Trenggalek.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh pemuda setempat.

Setiap tahunnya, konsep acara dibuat bervariasi, mulai dari pengajian, hiburan musik dangdut, hingga pertunjukan seni tradisional.

Tahun ini, kesenian jaranan kembali dipilih lantaran tingginya antusiasme masyarakat.

Ketua Karang Taruna Bina Taruna Dusun Tanggalan, Agung Saputro, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah menerima berbagai masukan dari warga.

“Jadi masukan-masukan kami terima, akhirnya kami mufakat untuk menghadirkan kesenian ini lagi. Karena memang ini budaya kita Indonesia, dan peminat banyak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan grup jaranan dari luar daerah menjadi bagian dari upaya pembelajaran.

“Kalau sebelumnya kami pernah mengundang dari lokal Sudimoro, tahun ini kami ingin melihat dan belajar dari luar Pacitan, sebagai sarana bertukar ilmu juga kan,” tambahnya.

Pertunjukan semakin semarak dengan hadirnya penari “celeng” dari Ponorogo yang menjadi salah satu daya tarik bagi penonton.

Jaranan sendiri merupakan kesenian tradisional Jawa yang menggambarkan keprajuritan dengan properti kuda kepang.

Pertunjukan tersebut diiringi musik kendang dan kerap menampilkan atraksi yang memikat perhatian masyarakat.

Sebagian Panitia Karang Taruna Bina Taruna Dusun Tanggalan berfoto bersama para pemain jaranan Rogo Jati Budhoyo. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Agung berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung sehingga semakin mempererat kebersamaan warga.

Salah satu penonton, Fatim, mengaku antusias datang karena penasaran dengan penampilan jaranan dari luar daerah.

“Saya penasaran ingin melihat lagi yang namanya kesenian jaranan, baru kali kedua, seru,” ungkapnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.