Antisipasi Kelangkaan Jelang Lebaran, Pertamina Tambah 38 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg di Pacitan

oleh -209 Dilihat
Sales Manager SBM 6 Minyak dan Gas wilayah Madiun, Gatot Subroto, saat memaparkan skema penambahan 38.080 tabung elpiji 3 kg untuk wilayah Kabupaten Pacitan guna menjamin ketersediaan stok menjelang Idulfitri 2026, Rabu (18/3/2026). (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama Pertamina menambah pasokan fakultatif sebanyak 38.080 tabung gas elpiji 3 kg untuk menjamin ketersediaan stok dan mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang perayaan Idulfitri 2026.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Pacitan bersama Pertamina, Hiswana Madiun, serta Polres Pacitan.

Pertemuan ini bertujuan mencari solusi atas dinamika peningkatan konsumsi gas melon yang kerap terjadi di masa libur hari raya.

Kepala Disperindag Pacitan, Asep Suherman, menyatakan bahwa koordinasi ini penting untuk memastikan distribusi gas tetap sasaran dan tidak mengalami kendala di lapangan.

“Mencari solusi yang terbaik dan memang ini dinamika saat perayaan serta jangan sampai kebablasan. Sharing bersama, gagasan serta solusi untuk masyarakat umum. Berkembangnya media digital tentu perlu kita antisipasi bersama,” ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026) di Pacitan.

Sementara itu, Sales Manager SBM 6 Minyak dan Gas wilayah Madiun, Gatot Subroto, menegaskan posisi Pertamina sebagai operator distribusi, sementara regulasi sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Ia merinci bahwa rata-rata konsumsi harian di Pacitan mencapai 15.097 tabung.

“Rerata harian berkisar 15.097 tabung per hari. Kemudian dalam rangka Idulfitri 2026, ada sebesar 38.080 tabung tambahan yang kita sebar mulai tanggal 13 sampai 22 Maret 2026,” jelas Gatot.

Gatot menambahkan, pada esok hari akan dilakukan penambahan sebanyak 13.414 tabung, serta tambahan pascalebaran sebanyak 7.400 tabung di luar kuota harian. Untuk wilayah Jawa Timur, Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkatan pangkalan resmi ditetapkan sebesar Rp18.000.

“Ujung distribusi gas elpiji Pertamina pada pangkalan resmi, adapun untuk HET gas elpiji 3 kg yakni Rp18.000. Alokasi di Kabupaten Pacitan untuk 2026 itu 4.131.167 tabung atau sekitar 12,7 ton,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga mengingatkan kembali kategori yang berhak menerima subsidi elpiji 3 kg sesuai Perpres, yakni rumah tangga untuk memasak, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran. Sebaliknya, sektor usaha besar dilarang keras menggunakan gas subsidi ini.

“Yang dilarang yakni hotel, restoran, usaha batik, las, pertanian di luar paket konvensi, dan usaha peternakan. Ini yang dilarang,” tegas Gatot.

No More Posts Available.

No more pages to load.