Pacitanku.com, PACITAN – Seorang warganet membagikan informasi terkait temuan buah salak yang diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi pada menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.
Laporan tersebut disampaikan melalui pesan langsung (DM) Instagram Pacitanku pada Rabu (4/3/2026). Dalam laporan itu disebutkan bahwa sejumlah siswa menerima buah salak yang kondisinya busuk dan terdapat belatung di dalamnya saat pembagian menu MBG di sekolah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pacitanku kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pacitan.
Penanggung jawab BGN Pacitan, Listiana Asworo, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan kepada SPPG yang bersangkutan setelah menerima informasi tersebut.
Menurut Listiana, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, buah yang dilaporkan tersebut telah diganti.
“Terima kasih atas aduannya. Kami sudah melakukan kroscek ke SPPG-nya. Informasinya sudah diganti dengan buah yang baru. Namun tetap kami monitor dan kawal,”katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengawasan pelaksanaan program MBG di daerah.
Karena itu, pihaknya membuka beberapa jalur pengaduan yang dapat dimanfaatkan apabila masyarakat menemukan kejadian serupa di kemudian hari.
Listiana menyebutkan, laporan dapat disampaikan langsung kepada Kepala Dapur atau Kepala SPPG di lokasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.
Selain itu, pengaduan juga dapat disampaikan melalui Satgas MBG Kabupaten Pacitan maupun Koordinator Wilayah (Korwil) Kabupaten Pacitan.
“Saluran aduan bisa langsung ke Kepala Dapur atau Kepala SPPG agar bisa langsung dievaluasi dan ditindaklanjuti. Selain itu juga bisa melalui Satgas MBG Kabupaten Pacitan, Korwil Kabupaten Pacitan, atau melalui SAGI 127,”jelasnya.
Meski terdapat beberapa jalur pelaporan, ia menambahkan bahwa setiap laporan pada prinsipnya tetap akan diarahkan kepada Kepala SPPG sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dapur dan penyediaan makanan.
“Namun nanti semua tetap akan diarahkan ke Kepala SPPG-nya sebagai pengelola dan penanggung jawab dapur,”tambahnya.
BGN Pacitan, kata Listiana, akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG agar kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa dapat terjaga.
Pacitanku menerima laporan tersebut dari masyarakat sebagai bentuk partisipasi publik dalam menyampaikan informasi di lapangan, sekaligus untuk memastikan klarifikasi dari pihak terkait mengenai penanganan yang dilakukan












