Pacitanku.com, PACITAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan menggelar rapat paripurna penyampaian hasil reses di Kantor DPRD setempat, Jumat (20/2/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Arif Setia Budi ini menjadi ruang bagi para wakil rakyat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar hingga fasilitas kesehatan, demi terwujudnya kesejahteraan warga Pacitan.
Menyuarakan harapan dari tiap daerah pemilihan (dapil) merupakan kewajiban mutlak setiap anggota dewan.
Melalui reses yang bersifat partisipatif, suara warga dari akar rumput dibawa ke meja rapat untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam perumusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pacitan.
Kendati membawa misi besar dari masyarakat, tidak semua aspirasi dapat langsung direalisasikan. Tingginya harapan warga harus dihadapkan pada realitas ketersediaan anggaran daerah.
Arif Setia Budi menegaskan bahwa usulan dari hasil turun ke masyarakat ini sejatinya memiliki bobot politis yang kuat untuk dipertimbangkan oleh eksekutif.

“Pengaruh reses terhadap penyusunan kebijakan daerah sangat besar, karena reses adalah aspek politik di mana yang menyampaikan adalah wakil rakyat di DPRD, jadi lebih banyak didengar,”kata pria yang akrab disapa ASB ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa agar sebuah aspirasi dapat menjadi prioritas, program tersebut harus selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi visi misi Bupati.
“Yang penting tidak berbenturan dengan RPJMD Pak Bupati. Jika berbenturan, tidak mungkin terealisasi. Jadi faktor terealisasinya lebih besar, cuma tetap disesuaikan dengan anggaran dan tidak semua bisa diimplementasikan,”pungkasnya.
Dengan pola perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up) ini, diharapkan pembangunan di Kabupaten Pacitan ke depan benar-benar berasal dari rakyat, disuarakan oleh rakyat, dan manfaatnya kembali sepenuhnya untuk rakyat.











