Menyibak Bagian Barat Pidakan: Pantai Tepongan, Surga Tersembunyi di Balik Riuh Wisatawan

oleh -170 Dilihat
Hamparan pasir putih dan karang hijau di Pantai Tepongan, Tulakan, dengan warga lokal yang menjala ikan saat air surut. (Foto: Dwi Nurul/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Selama ini Pantai Pidakan, Pacitan dikenal luas karena hamparan batuan unik dan suasana riuh wisatawan.

Namun, bagi mereka yang bersedia melangkah sedikit lebih jauh, tersimpan sebuah rahasia alam yang belum terjamah oleh hiruk-pikuk, yaitu Pantai Tepongan (Te, dibaca seperti membaca kata Telepon).

Terletak di sisi barat dari Pantai Pidakan, Pantai Tepongan menyajikan wajah yang kontras dengan “tetangganya” yang ramai.

Pantai Tepongan menyambut pengunjung dengan batuan rapi dan pasir putih yang halus serta gemuruh damai suara ombak.

Tempat ini memiliki suasana sunyi yang menenangkan jiwa.

Lokasinya yang tersembunyi dan berada tepat di bawah tebing Pantai Benges, menjadikan tempat ini masih sangat sepi wisatawan.

Hanya ada warga lokal yang terlihat sedang mencari ikan dan hewan kecil pesisir lainnya.

Saat air surut, keajaiban Pantai Tepongan semakin terlihat.

Batu-batu karang yang indah dan eksotis muncul ke permukaan, menyembul dengan balutan alga hijau yang segar. 

Di sela-sela karang inilah kehidupan pesisir dimulai.

Ratusan keong yang malu-malu dan kepiting kecil yang lincah berlarian mencari perlindungan.

Momen ini dimanfaatkan warga lokal untuk berdatangan mencari keong, sruo (bulu babi), hingga kerang di area pantai.

Hasil tangkapan tersebut dibawa pulang untuk diolah menjadi santapan lezat bagi keluarga di rumah.

“Namanya Pantai Tepongan, pantai ini biasanya cuman diketahui warga lokal aja karena tempatnya yang agak masuk ke dalam. Biasanya kalau surut sekitar jam 12 itu sering dipake warga buat nyari keong atau sruo buat dimakan. Di sini juga ada yang kadang njaring juga. Kalau sawah di deket situ rata-rata punya warga sini. Pantai ini sepi, malah saya baru lihat sampean yang datang ke sini. Biasanya kalau wisatawan ya ke Pantai Pidakan atau Antakulung,” tutur Sito, Rabu (18/2/2026).

Menemukan “permata” ini membutuhkan sedikit usaha ekstra, namun perjalanan tersebut adalah bagian dari petualangannya.

Cukup ikuti jalan keluar dari Pantai Pidakan sampai menjumpai tambak ikan, tepat di sebelah kiri, ada jalan masuk kecil yang hanya cukup dilewati oleh motor.

Ikuti jalan tersebut sampai terdengar suara gemuruh ombak.

Sebelum memasuki area pantai, terdapat sebuah jalan setapak di sebelah kanan.

Di dalamnya tersimpan hamparan persawahan warga yang dikemas dengan terasering yang menawan. 

Pohon kelapa menaungi pasir putih dan laut biru di Pantai Tepongan, Tulakan. (Foto: Dwi Nurul/Pacitanku)

Di sini, alam bekerja dalam harmoni.

Sebuah sungai kecil dengan air yang jernih mengalir tenang dari sela-sela perbukitan, melintasi area sawah, dan menuju ke area pantai.

Kombinasi sempurna ini menciptakan lanskap yang eksotis.

Pantai Tepongan adalah pengingat bahwa keindahan sejati sering kali bersembunyi di balik jalan yang jarang dilalui.

Di sini tidak hanya berwisata, tapi juga bercakap kembali dengan alam dalam sunyi.