Pacitanku.com, NAWANGAN — Ratusan warga memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Gabeng, Desa Gondang, Kecamatan Nawangan, Pacitan pada Selasa (17/2/2026) pagi, untuk melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur.
Berbekal bunga tabur dan untaian doa, tradisi turun-temurun sehari menjelang Ramadan ini menjadi momen spiritual bagi warga untuk berbakti kepada leluhur sekaligus menyucikan hati sebelum menunaikan ibadah puasa.
Sejak pukul 06.00 WIB, suasana TPU Gabeng sudah dipenuhi peziarah yang bersimpuh khusyuk di pusara sanak saudara. Yasir (59), salah seorang warga setempat, sengaja datang lebih awal agar bisa berdoa dengan tenang.
“Tadi saya tiba di pemakaman ini sekitar pukul 06.15 WIB supaya suasana masih sejuk dan belum terlalu ramai,”katanya saat ditemui di sela-sela aktivitas ziarahnya.
Bagi Yasir dan masyarakat Jawa pada umumnya, nyekar bukan sekadar rutinitas tahunan menjelang bulan suci, melainkan wujud bakti dan penyambung silaturahmi yang menembus batas perbedaan alam.
“Harapannya, dengan menjalankan tradisi ini, kami bisa memulai ibadah puasa besok dengan hati yang lebih tenang,”imbuh dia.
Suasana haru dan penuh harap juga dirasakan oleh Yatiman (60), peziarah lain yang turut melangitkan doa pagi itu. Ia memohon keberkahan serta ampunan, baik bagi keluarga yang telah berpulang maupun yang masih hidup.
“Semoga alam dunia diberi keselamatan oleh Allah SWT, dan yang melakukan ziarah bisa diberikan ampunan oleh Allah SWT,”jelasnya.
Lebih dari sekadar bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi nyekar di Desa Gondang Nawangan Pacitan ini menjadi ajang refleksi diri.
Lewat doa di pusara, warga kembali diingatkan akan kematian, sehingga dapat melangkah ke bulan suci Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih dan fokus beribadah secara maksimal.












