Pacitanku.com, PACITAN-Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menggelar agenda Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Pengawasan dan Pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah Kabupaten Pacitan dan Ponorogo.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Golden Star Multifunction Room Parai Teleng Ria, Pacitan, pada Sabtu (07/02) ini bertujuan untuk memastikan kesiapan serta akuntabilitas para pelaksana program di tingkat daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi BGN dan kepala daerah, di antaranya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deang, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, PLT Bupati Ponorogo Lisdyarita, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, serta jajaran Sekretaris Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dari kedua kabupaten tersebut.
Dalam arahannya, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deang memberikan peringatan keras sekaligus pesan mendalam kepada pengelola SPPG dan mitra agar senantiasa menjaga amanah dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan bahwa program ini memikul tanggung jawab besar, baik dari sisi transparansi anggaran maupun dampak kesehatan bagi generasi mendatang.
Mengingat sumber dana program berasal dari publik, pengawasan ketat.
“Yang buat MBG ini adalah uangnya rakyat, Kalau 6 juta yang penerima mitra ini nggak bener ya saya sikat,” katanya tegas di hadapan para peserta sosialisasi.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut positif keberlangsungan program ini.
Menurutnya, implementasi Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar pada perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga berfungsi sebagai stimulan ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Ia memproyeksikan adanya perputaran uang dalam skala besar yang dapat menggerakkan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Indrata berharap dinas terkait mampu mengoptimalkan peluang ini agar manfaatnya merembet ke berbagai sektor pendukung di Pacitan.
“Perputaran ini yang saya harapkan dari dinas terkait bisa menfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan pelaku usaha/jasa lainnya. Sehingga perputaran ini akan dirasakan betul oleh seluruh masyarakat Pacitan,” ungkap Bupati Pacitan tersebut.
Secara teknis, Kabupaten Pacitan sendiri tercatat memiliki kuota SPPG sebanyak 66 unit.
Hingga saat ini, progres di lapangan menunjukkan perkembangan yang positif dengan 36 unit yang sudah mulai berjalan dan 29 unit di antaranya telah beroperasi secara penuh.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi para mitra dan SPPG di Pacitan maupun Ponorogo untuk menjaga kualitas mutu makanan demi menjamin keselamatan dan kesehatan jutaan anak di seluruh Indonesia.












