Pacitanku.com, TULAKAN — Keprihatinan mendalam terhadap kondisi infrastruktur yang kian memburuk mendorong komunitas pemilik truk bernama Bolo Roda untuk turun tangan langsung memperbaiki akses jalan di wilayah Kalikuning dan Gasang, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan.
Aksi solidaritas yang dilakukan secara swadaya ini merupakan respons cepat para pengemudi atas kerusakan jalan yang telah terjadi sejak awal tahun 2025 dan dinilai sangat mengganggu aktivitas distribusi serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Inisiatif perbaikan jalan yang dimulai sejak 30 Desember 2025 tersebut murni didasari oleh kesadaran kolektif anggota komunitas akan pentingnya akses mobilitas yang layak.
Jalur penghubung Kalikuning hingga Gasang dan wilayah Ngambar ini merupakan nadi perekonomian yang setiap harinya dilintasi kendaraan berat bermuatan.

Kerusakan jalan yang tak kunjung mendapat penanganan membuat para sopir truk harus ekstra waspada karena kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata berpotensi besar merusak armada mereka.
Salah satu anggota komunitas Bolo Roda, Wahyu Hadi mengungkapkan bahwa tingkat kerusakan jalan semakin parah sejak pertengahan tahun 2025.
“Intensitas kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan perawatan yang ada sehingga lubang-lubang di jalan semakin menganga dan membahayakan,”katanya.
Melihat kondisi yang tidak kunjung membaik, para pemilik truk akhirnya sepakat untuk tidak lagi menunggu dan memilih bergerak sendiri demi kenyamanan bersama.
Wahyu mengatakan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong tanpa bantuan pihak luar.
Sebanyak delapan armada truk dikerahkan untuk mengangkut material pasir dan batu yang mereka cari sendiri guna menutup lubang-lubang yang mengancam keselamatan pengendara.
Aksi heroik warga ini pun sempat terekam dan diunggah dalam akun media sosial TikTok @kalikuning_pacitan yang memperlihatkan kekompakan mereka menambal jalan demi kelancaran lalu lintas.
Dampak dari perbaikan mandiri ini langsung dirasakan oleh para pengguna jalan yang melintas.
Meskipun dilakukan dengan peralatan dan material seadanya, upaya komunitas Bolo Roda berhasil membuat akses jalan menjadi jauh lebih aman dan nyaman untuk dilalui dibandingkan sebelumnya.
Para pengemudi truk kini bisa bernapas sedikit lega karena risiko kerusakan kendaraan dan kecelakaan dapat diminimalisir, sehingga aktivitas pengiriman barang menjadi lebih lancar.
Kendati demikian, komunitas Bolo Roda menyadari bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah solusi sementara untuk masalah infrastruktur yang kompleks.
Mereka berharap aksi nyata ini dapat membuka mata para pemangku kebijakan agar ke depannya penanganan jalan rusak di wilayah Tulakan Pacitan dan sekitarnya dapat dilakukan secara lebih serius dan permanen demi keselamatan masyarakat luas dalam jangka panjang.












