Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir, Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Kembangkan Infrastruktur Konservasi dan Edukasi

oleh -176 Dilihat
Benteng alami pesisir selatan. Kawasan Watu Mejo Mangrove Park terus berbenah sebagai upaya melindungi permukiman warga dari abrasi dan gelombang tinggi, sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif yang mengajak pengunjung peduli pada kelestarian alam. (Foto: Lurin Enggar Chintia/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Upaya pelestarian lingkungan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Pacitan kini semakin diperkuat dengan pengembangan strategis Watu Mejo Mangrove Park di Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

Kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat pembudidayaan mangrove yang memegang peranan vital dalam mitigasi bencana pesisir serta pengendalian dampak perubahan iklim global yang kian nyata.

Keberadaan ekosistem di kawasan ini dinilai sangat strategis mengingat kemampuan mangrove yang luar biasa dalam menyerap emisi karbon dioksida hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan.

Lebih dari sekadar penyerap karbon, sabuk hijau ini berfungsi sebagai benteng alami yang tangguh untuk menahan laju abrasi pantai, meredam hantaman gelombang tinggi, serta melindungi permukiman warga sekitar dari ancaman bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Guna mendukung fungsi ekologis tersebut, pengembangan infrastruktur turut dilakukan melalui pembangunan Jembatan Mangrove yang melintasi area tanam.

Fasilitas ini tidak hanya dibangun untuk mempermudah akses konservasi, tetapi juga dirancang sebagai sarana penunjang aktivitas edukasi lingkungan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Pengelola Rumah Zakat Pacitan, Indar, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan konservasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan mitra peduli lingkungan.

“Pembangunan Jembatan Mangrove bersumber dari dana mitra penyalur CO₂ terbesar di Pacitan di mana proyek ini tidak hanya memperkuat fungsi mangrove sebagai penyerap karbon alami, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan lokal,”katanya, baru-baru ini.

Program pembudidayaan di Watu Mejo ini memiliki visi yang melampaui sekadar estetika kawasan wisata semata.

Langkah ini merupakan strategi konkret untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan jaminan keselamatan masyarakat dari potensi dampak cuaca ekstrem,”katanya

Program ini melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, komunitas pegiat lingkungan, dan masyarakat setempat yang bahu-membahu merawat alam.

Uniknya, konsep konservasi ini juga melibatkan partisipasi aktif para wisatawan melalui edukasi ekowisata. Pengunjung diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan penanaman bibit mangrove, sehingga tumbuh kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga alam.

Dengan pengelolaan yang terintegrasi ini, Watu Mejo Mangrove Park diharapkan mampu menjadi model percontohan pengelolaan wisata alam yang selaras dengan upaya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.