Pacitanku.com, PACITAN – Julukan Kota 1001 Goa yang selama ini melekat pada Kabupaten Pacitan ternyata bukan sekadar kiasan estetis semata, bahkan faktanya jumlah gua yang ada justru melampaui angka tersebut.
Berdasarkan riset dan penelusuran lapangan yang dilakukan oleh Pacitan Speleology Society (PSS), tercatat sebanyak 1.623 mulut gua tersebar di wilayah berjuluk 70-mile sea paradise ini.
Temuan ini sekaligus memvalidasi kekayaan geologi Pacitan yang membentang di kawasan karst Gunung Sewu.
Fakta mengejutkan tersebut diungkapkan oleh anggota PSS, Aziz Pratoko, saat menjadi narasumber dalam program siniar Kertas Kosong yang tayang di kanal YouTube Pacitanku TV baru-baru ini.
Aziz menjelaskan bahwa misi awal komunitasnya melakukan penelusuran bukanlah untuk mencari harta karun sebagaimana anggapan sebagian orang, melainkan berangkat dari rasa penasaran kaum muda untuk membuktikan kebenaran jargon legendaris tersebut.
Menurutnya, jargon Kota 1001 Goa awalnya dicetuskan oleh almarhum S. Endro Waluyo, seorang pejabat senior Pemkab Pacitan sekaligus pegiat seni, pada kisaran tahun 1999 hingga 2000 saat Gua Gong mulai populer.

“Tujuan kami yaitu yang pertama adalah pengin membuktikan jargon yang diberikan oleh Almarhum Pak Endro, bahwa Pacitan itu adalah Kota 1001 Gua. Nah, ini beliau memberikan jargon itu karena memang pada saat itu booming-nya Gua Gong di Pacitan,”kata Aziz.
Lebih lanjut, Aziz menuturkan bahwa pada mulanya sebutan 1001 hanyalah sebuah metafora untuk menggambarkan banyaknya luweng atau lubang vertikal dan horizontal di Pacitan.
Namun, rasa ingin tahu para pemuda yang tergabung dalam PSS mendorong mereka untuk melakukan pendataan riil di lapangan.
Hasilnya pun di luar dugaan, karena jumlah gua yang teridentifikasi jauh melebihi perkiraan awal masyarakat maupun pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Aziz menegaskan bahwa data yang mereka miliki valid dan terus diperbaharui.
Hingga saat ini, pendataan mencakup tujuh kecamatan yang memiliki potensi karst, mulai dari ujung barat di Kecamatan Donorojo hingga ujung timur di Kecamatan Sudimoro.
Angka 1.623 gua tersebut merupakan data sementara yang sangat mungkin bertambah seiring dengan proses eksplorasi dan pemetaan yang masih terus dilakukan oleh tim PSS.
“Ini adalah sesuatu hal dasar yang perlu diketahui masyarakat bahwa di Pacitan itu tidak hanya ada 1001 gua, tetapi lebih. Dan itu pun masih bertambah. Data kita masih tetap diperbaharui dari 7 kecamatan yang memiliki potensi karst, khususnya di Kabupaten Pacitan. Dari ujung barat Kecamatan Donorojo sampai ujung timur Kecamatan Sudimoro,”papar Aziz.
Menurutnya, potensi luar biasa ini tidak lepas dari posisi geografis Pacitan yang masuk dalam kawasan Global Geopark Gunung Sewu, yang merupakan rangkaian pegunungan kapur memanjang dari Gunungkidul, Wonogiri, hingga Pacitan.
Aziz berharap data ini dapat memberikan pemahaman baru bagi masyarakat bahwa kekayaan alam Pacitan jauh lebih besar dari sekadar jargon, serta mendorong upaya pelestarian dan pengembangan potensi wisata minat khusus yang lebih serius di masa depan.
“Nah itu semuanya memiliki potensi. Dan salah satunya yang paling unik, Pacitan itu masuk wilayah Geopark Gunung Sewu. Jadi Gunung Sewu itu dari wilayah Wonogiri, terus ada juga di Gunungkidul, dan sampai ke Pacitan juga,”pungkasnya.
Video Menyingkap Misteri Perut Bumi Pacitan Bersama Para Penjelajah Goa | Podcast Kertas Kosong Eps. 51









