Pacitanku.com, PACITAN – Kesuksesan lifter kebanggaan daerah, Luluk Diana Tri Wijayana, yang berhasil menyabet medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Thailand menjadi momentum kebangkitan pembinaan olahraga di Kabupaten Pacitan.
Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan merespons capaian gemilang tersebut dengan mematangkan strategi pembinaan jangka panjang guna mencetak regenerasi atlet berprestasi sekaligus membangun ekosistem kreativitas pemuda yang mandiri.
Kepala Disparbudpora Pacitan, Muniirul Ichwan, menegaskan bahwa pemerintah daerah kini fokus menciptakan pemerataan ekosistem olahraga agar prestasi serupa dapat menular ke cabang olahraga lain.
Pihaknya telah merancang langkah konkret yang bersifat jangka panjang dan terukur, salah satunya dengan memperkuat basis pembinaan sejak usia dini.
Munirul menjelaskan bahwa strategi utama yang akan dijalankan adalah penelusuran bakat atau talent scouting yang menyasar langsung ke basis-basis sekolah dan komunitas di seluruh wilayah Pacitan.
“Strategi kami adalah memperkuat pembinaan sejak usia dini melalui talent scouting berbasis sekolah dan komunitas. Kami memprioritaskan cabang olahraga unggulan dan potensial tanpa mengesampingkan cabang lainnya karena kami ingin melahirkan banyak ‘Luluk Diana’ baru dari berbagai bidang olahraga,”kata Muniirul.
Dalam implementasinya, Disparbudpora tidak hanya membidik pencarian atlet, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendukung seperti pelatih serta memperbaiki sarana dan prasarana olahraga secara bertahap.
Muniirul menekankan pentingnya sinergi yang erat antara pemerintah, pihak sekolah, klub olahraga, dan orang tua untuk menciptakan iklim prestasi yang sehat.
Menurutnya, mencetak juara tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan terukur.
Selain sektor olahraga, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada pengembangan mentalitas dan kemandirian ekonomi generasi muda.
Munirul menyadari bahwa potensi pemuda Pacitan sangat luas, mencakup bidang seni hingga teknologi yang perlu diwadahi.
Oleh karena itu, berbagai program kepemudaan seperti pengembangan ekonomi kreatif, ruang ekspresi komunitas, hingga pelatihan kewirausahaan tengah disiapkan agar anak muda Pacitan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan produktif secara ekonomi.
Munirul berpesan kepada seluruh generasi muda di Kota Seribu Satu Goa untuk tidak takut bermimpi besar dan berani melangkah keluar dari zona nyaman.
Ia berharap semangat juang Luluk Diana yang berhasil bangkit dari keterpurukan hingga meraih emas SEA Games dapat menjadi inspirasi nyata. Keberanian untuk berkarya di bidang apa pun, baik olahraga, seni, maupun budaya, adalah kunci utama untuk membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Jangan takut bermimpi besar. Teruslah belajar, berlatih, dan berkarya di bidang apa pun baik olahraga, seni, budaya, maupun kreativitas lainnya. Pacitan membutuhkan generasi muda yang berani melangkah dan membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional,”pungkas Munirul.
Sebagai informasi, Luluk Diana Tri Wijayana sukses mengharumkan nama Indonesia dan Pacitan setelah meraih medali emas kelas 48 kilogram putri pada SEA Games 2025 di Chonburi, Thailand, Sabtu (13/12/2025).
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) asal Kecamatan Punung ini mencatatkan total angkatan 184 kilogram, terdiri dari snatch 84 kilogram dan clean and jerk 100 kilogram. Kemenangan ini sekaligus menjadi momen penebusan manis bagi Luluk setelah sebelumnya sempat mengalami kegagalan pada kejuaraan dunia di Peru.












