Pacitanku.com, SURAKARTA — Semangat pelestarian budaya Jawa menjadi modal penting dalam mengawali tahun 2026 pasca-suksesnya gelaran tradisi sakral Kirab Ageng Pakasa ke-94 yang dihelat oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Perhelatan akbar yang berlangsung pada akhir Desember lalu tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan semata, melainkan menjadi momentum krusial untuk memperkokoh fondasi silaturahmi budaya antara pusat kerajaan dengan daerah-daerah yang memiliki ikatan historis kuat, termasuk Kabupaten Pacitan yang diwakili oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Pakasa Bhumi Wengker.
Kehadiran delegasi LDA Pakasa Bhumi Wengker Pacitan di bawah kepemimpinan KRA Heru Arif Pianto Dwijonagoro, S.Pd., M.Hum., dalam prosesi tersebut menegaskan komitmen daerah dalam merawat warisan leluhur.
Partisipasi aktif rombongan dari Pacitan ini menjadi simbol nyata bahwa nilai-nilai luhur budaya Jawa terus hidup dan relevan untuk diwariskan kepada generasi penerus di tengah dinamika perkembangan zaman pada tahun ini.
Prosesi Kirab Ageng Pakasa sendiri berlangsung dengan penuh khidmat dan kemegahan menyusuri kawasan sekitar Keraton Surakarta.
Ribuan warga yang memadati rute kirab menjadi saksi bisu keagungan budaya Jawa yang ditampilkan melalui barisan prajurit keraton, iringan gunungan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, hingga penampilan kesenian Reog Ponorogo yang menambah semarak suasana.
Antusiasme tinggi dari masyarakat dan wisatawan yang hadir menjadi sinyal positif bagi kebangkitan wisata budaya dan edukasi sejarah bagi kaum muda.
KRA Heru Arif Pianto Dwijonagoro mengungkapkan bahwa keterlibatan pihaknya bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah misi kebudayaan yang serius.
Menurutnya, sinergi antara lembaga adat di daerah dan keraton pusat sangat diperlukan untuk membentengi jati diri bangsa dari gerusan modernisasi.
“Keikutsertaan LDA Pakasa Bhumi Wengker Pacitan dalam Kirab Ageng Pakasa merupakan bentuk penghormatan kepada Keraton Surakarta sebagai pusat budaya Jawa, sekaligus upaya memperkuat sinergi antar lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan zaman,”kata KRA Heru Arif Pianto menegaskan visinya.
Melalui momentum Kirab Ageng Pakasa ke-94 ini, Keraton Surakarta bersama elemen pendukungnya seperti LDA Pakasa Pacitan kembali menegaskan peran vitalnya sebagai penjaga gawang peradaban.
Semangat kebersamaan dan pelestarian yang tercipta dari kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus mencintai tradisi dan nilai-nilai spiritual warisan nenek moyang sepanjang tahun 2026 dan masa-masa mendatang.










