Pacitanku.com, NAWANGAN — Rangkaian kompetisi olahraga Turnamen Bola Voli Pule Cup 2025 yang diinisiasi oleh Karang Taruna Elang Muda resmi berakhir manis dengan diselenggarakannya pagelaran seni tradisional Tayuban.
Acara penutupan yang digelar di Dusun Pule, Desa Gondang, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, pada Rabu malam (31/12/2025) tersebut, tidak hanya menjadi seremoni final olahraga, tetapi juga menjelma menjadi pesta rakyat yang merekatkan kebersamaan warga dalam menyongsong pergantian tahun menuju 2026.
Malam pergantian tahun di lereng pegunungan Nawangan tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan masyarakat, tokoh adat, serta jajaran Pemerintah Desa Gondang.
Sejak sore hari, warga tampak antusias memadati area pertunjukan untuk menyaksikan seni Tayuban, sebuah tradisi leluhur yang hingga kini masih dirawat dengan baik oleh masyarakat setempat sebagai wujud syukur dan hiburan rakyat.
Kepala Dusun Pule, Widarno, menjelaskan bahwa kolaborasi antara olahraga dan seni budaya ini memiliki tujuan ganda. Selain untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga yang mungkin renggang karena kesibukan sehari-hari, kegiatan ini juga menjadi misi pelestarian budaya Jawa.
Di sisi lain, turnamen voli yang telah usai digelar berfungsi sebagai kawah candradimuka untuk menjaring bibit-bibit atlet muda berbakat dari desa tersebut.
“Melalui turnamen ini, kami ingin menjaring potensi anak-anak muda di bidang bola voli agar ke depan bisa mewakili desa dalam ajang tahunan tingkat kecamatan yang biasanya digelar setiap bulan Agustus,”terang Widarno.
Kesuksesan acara ini merupakan buah dari persiapan matang selama kurang lebih satu bulan yang melibatkan gotong royong berbagai elemen masyarakat.
Widarno mengapresiasi dukungan penuh yang mengalir dari Kepala Desa Gondang, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), hingga seluruh anggota Karang Taruna.
Soliditas warga juga terlihat dari situasi keamanan yang sangat kondusif selama acara berlangsung, di mana masyarakat secara sadar menjaga ketertiban tanpa adanya gangguan berarti hingga pesta usai.












