Pacitanku.com, PRINGKUKU — Semangat untuk memajukan potensi pertanian di tanah kelahiran ditunjukkan oleh Sohibul, seorang pemuda warga Dusun Sembungan, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan.
Di tengah dominasi tanaman pangan dan perkebunan konvensional di wilayahnya, Sohibul mengambil langkah berani dengan merintis budidaya kopi jenis Beria sebagai komoditas unggulan baru.
Inisiatif ini diambil mengingat Kecamatan Pringkuku, khususnya Dusun Sembungan, selama ini dikenal sebagai wilayah yang masih sangat jarang ditanami komoditas kopi, padahal memiliki potensi lahan yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan tepat.
Langkah awal Sohibul dalam mengembangkan tanaman bernilai ekonomi ini dimulai dengan memanfaatkan bibit berkualitas yang diperoleh dari rekannya, Rifa’i, seorang petani di Dusun Brumbung, Desa Sempu, Kecamatan Nawangan.
Wilayah Nawangan sendiri selama ini memang telah dikenal luas sebagai salah satu sentra penghasil kopi terbaik di Kabupaten Pacitan.
Melihat keberhasilan rekannya dan peluang pasar yang terbuka lebar, Sohibul tergerak untuk mengadopsi ilmu tersebut dan menerapkannya di tanah Pringkuku yang memiliki karakteristik berbeda.
Proses alih pengetahuan dilakukan Sohibul dengan mendatangi langsung kebun milik Rifa’i di Nawangan.
Tidak hanya sekadar mengambil bibit, kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk berdiskusi dan mempelajari teknik dasar budidaya kopi secara mendalam, mulai dari tata cara pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang benar, hingga metode perawatan awal agar tanaman dapat beradaptasi dan tumbuh optimal.
Pilihan jatuh pada varietas kopi Beria bukan tanpa alasan, sebab jenis ini dinilai memiliki daya adaptasi lingkungan yang baik serta nilai ekonomi yang tinggi.
Sohibul menuturkan bahwa upaya yang dilakukannya bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan pribadi, melainkan sebagai wujud edukasi nyata kepada masyarakat sekitar. Ia ingin mengubah stigma bahwa tanaman kopi hanya cocok tumbuh di wilayah tertentu saja.
Dengan perawatan yang disiplin dan teknik yang tepat, ia optimis kopi Beria dapat tumbuh subur di Pringkuku dan menjadi alternatif sumber penghasilan bagi warga.
“Di Dusun Sembungan sendiri, tanaman kopi masih sangat jarang. Saya ingin mencoba menanam kopi Beria sekaligus belajar, agar ke depan kopi juga bisa menjadi salah satu pilihan tanaman perkebunan di sini,”kata Sohibul menjelaskan motivasinya.
Ke depan, Sohibul berkomitmen untuk melakukan ekspansi penanaman secara bertahap sembari terus memperdalam ilmu mengenai perawatan lanjutan, pemangkasan, hingga teknik pascapanen.
Ia berharap jika percontohan ini berhasil, dirinya dapat merangkul lebih banyak pemuda di Dusun Sembungan untuk ikut terjun mengembangkan sektor ini.
Besar harapan Sohibul agar inisiatif diversifikasi tanaman perkebunan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat, sehingga budidaya kopi Beria dapat berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi warga Desa Pelem.








