Pacitanku.com, PACITAN — Gelanggang olahraga Student Hall STKIP PGRI Pacitan bergemuruh menyambut lahirnya juara baru dalam turnamen bola voli bergengsi PJKR Cup 2025 yang mencapai puncaknya pada Sabtu (27/12/2025).
Tim PJKR Semester 5A sukses mencatatkan sejarah manis dengan merebut gelar juara usai menumbangkan rival beratnya, PJKR Semester 7A, sekaligus menuntaskan misi balas dendam setelah pada edisi tahun sebelumnya mereka harus puas sebagai runner-up.
Laga final yang mempertemukan dua kekuatan besar di lingkungan kampus tersebut berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Tim PJKR Semester 7A yang turun dengan kepercayaan diri tinggi mengandalkan barisan pemain lokal berpengalaman seperti all-round muda Pacitan, Eka Dian alias Sentot, serta middle blocker tangguh Aan Ardiansyah atau yang akrab disapa Muk.
Namun, dominasi justru ditunjukkan oleh kubu lawan. Tim PJKR Semester 5A yang diperkuat bintang Laskar Kanjeng Pacitan, Deny Firmansyah, dan setter muda berbakat Eca Hanif Tectona, tampil lebih solid dan taktis dalam meredam serangan seniornya.
Ketenangan mental dan koordinasi permainan yang apik menjadi kunci utama kemenangan anak-anak Semester 5A.
Diwarnai aksi saling jual beli serangan smash tajam dan blokade rapat, Tim Semester 5A secara mengejutkan berhasil menyapu bersih kemenangan dengan skor telak 3-0 tanpa balas.
Hasil gemilang ini menjadi pembuktian kualitas mereka sekaligus membayar lunas kegagalan tahun lalu, mengukuhkan diri sebagai penguasa baru bola voli di ajang tahunan tersebut.
Turnamen PJKR Cup 2025 yang berlangsung selama tiga hari sejak 25 Desember ini sejatinya diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) semester 3 sebagai implementasi mata kuliah Perwasitan Bola Voli.
Meski berawal dari tugas akademik, helatan ini bertransformasi menjadi panggung kompetisi profesional yang memperebutkan total hadiah Rp6.000.000 dan diikuti oleh 22 tim putra serta 11 tim putri dari seluruh program studi.
Atmosfer kompetisi semakin kompetitif dengan adanya regulasi unik dari panitia yang memperbolehkan setiap tim merekrut tiga pemain luar atau “bon” dengan syarat kelahiran tahun 2006 ke bawah.
Kebijakan ini sengaja diterapkan tidak hanya untuk mendongkrak kualitas pertandingan, tetapi juga sebagai strategi pemandu bakat atau scouting guna menjaring bibit-bibit atlet muda potensial yang diproyeksikan memperkuat tim bola voli STKIP PGRI Pacitan di masa depan.
Ketua Program Studi PJKR STKIP PGRI Pacitan dalam sambutan penutupnya memberikan apresiasi tinggi atas kesuksesan penyelenggaraan acara yang dinilai mampu memadukan unsur akademik dan prestasi olahraga. Ia menegaskan bahwa turnamen ini merupakan investasi jangka panjang kampus dalam menjaga tradisi juara di level nasional.
“Kami berharap turnamen ini dapat terus membangun mental bertarung dan mengasah skill mahasiswa. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan mampu menarik minat calon mahasiswa berbakat untuk bergabung dengan STKIP PGRI Pacitan, sehingga kita bisa terus mempertahankan prestasi bola voli di level nasional,”pungkasnya.












