Pacitanku.com, Pacitan—Paguyuban Pametri Budaya Panggih Manten Jawa Kabupaten Pacitan Sekar Kridha Utama (SKU) menyelenggarakan kegiatan penguatan peran MC adat panggih manten pada Jumat, (2/1/2026) bertempat di Gedung Karya Dharma Kabupaten Pacitan.
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi para pelaku budaya panggih manten yang terdiri dari MC atau pambiwara, juru rias, MUA, WO, dan EO.
Ketua Paguyuban Sekar Kridha Utama Pacitan, Bambang Pidera, menyampaikan bahwa MC memiliki peran strategis dalam setiap perhelatan adat, tidak hanya sebagai pembawa acara, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan eksistensi budaya Jawa di Pacitan.
“MC panggih manten adalah pengendali acara dari awal hingga akhir sekaligus penjaga marwah budaya. Dibutuhkan bekal pengetahuan, pemahaman seni, serta kepiawaian komunikasi agar acara berjalan khidmat dan bermakna,” ujarnya.
Namun demikian, Bambang Pidera menyoroti masih rendahnya penghargaan terhadap profesi MC panggih manten, terutama dari sisi kesejahteraan.
Menurutnya, tarif MC di Pacitan masih jauh tertinggal dibandingkan daerah lain.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pelaku jasa pernikahan untuk membangun ekosistem kerja yang saling menguatkan dan menguntungkan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pacitan, Munirul Ichwan, S.S., T.P., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut serta mendukung peningkatan penghargaan dan profesionalitas MC adat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, S.S., T.P., menegaskan pentingnya sinergi antarpelaku budaya agar tercipta harmoni dalam setiap perhelatan adat, sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap profesi MC.
Acara ditutup dengan penampilan sepasang pengantin berbusana Paes Ageng Gagrak Yogyakarta, hasil kolaborasi DPC KATALIA Pacitan dan HARPI Melati, serta komitmen bersama melalui penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pelaku budaya di Kabupaten Pacitan.










