Sambut Awal Tahun 2026, Atraksi Jaranan Purbo Kencono Mudho Hibur Wisatawan di Pantai Pancer Door

oleh -154 Dilihat
ATRAKSI BUDAYA. Penampilan memukau para penari dari Paguyuban Purbo Kencono Mudho saat membawakan lakon "Perang Kepang Celeng" di kawasan Pantai Pancer Door, Pacitan, Rabu (1/1/2026). Pertunjukan ini menjadi hiburan utama wisatawan saat libur Tahun Baru. (Foto: Intanvalentina Saputri/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Deburan ombak Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, berpadu harmonis dengan tabuhan gamelan yang rancak saat kesenian tradisional Jaranan memeriahkan suasana libur Tahun Baru pada Kamis (1/1/2026).

Ratusan wisatawan yang memadati kawasan wisata tersebut tampak terhibur dan antusias menyaksikan pagelaran budaya yang disuguhkan sebagai daya tarik khusus dalam menyambut hari pertama di tahun 2026.

Inisiatif hiburan rakyat yang digagas oleh Paguyuban Dagang Pancer Door ini sukses menyedot perhatian pengunjung sejak dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Penonton disuguhi lakon atraktif bertajuk “Perang Kepang Celeng” yang dibawakan dengan apik oleh Paguyuban Purbo Kencono Mudho.

Sebanyak sembilan penari dengan kostum lengkap tampil totalitas memperagakan gerakan-gerakan dinamis yang menjadi ciri khas seni tari kuda lumping tersebut, menciptakan suasana meriah di tengah hangatnya matahari sore pantai selatan.

Sandi, salah satu anggota Paguyuban Purbo Kencono Mudho, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka di sana murni bertujuan untuk memberikan hiburan segar bagi masyarakat yang tengah menikmati waktu liburan.

Menurutnya, momentum pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk menyajikan atraksi budaya agar suasana wisata terasa lebih hidup dan berkesan bagi para pengunjung.

“Pertunjukan ini digelar untuk hiburan dalam rangka merayakan tahun baru,”kata Sandi.

Terkait keberlanjutan pentas seni semacam ini di kawasan wisata, Sandi menyatakan keterbukaan kelompoknya untuk kembali tampil menghibur wisatawan di Pantai Pancer Door.

Namun, ia tidak menampik bahwa hal tersebut sangat bergantung pada undangan dari penyelenggara serta kesepakatan mengenai anggaran operasional yang sesuai untuk mendukung operasional para seniman.

“Boleh tampil lagi asalkan dananya pas,” katanya dengan lugas.

Penyelenggaraan pentas Jaranan ini tidak hanya sekadar menjadi tontonan pelengkap liburan, melainkan juga membawa misi penting dalam melestarikan seni budaya tradisional.

Di tengah gempuran hiburan modern, kehadiran seni tradisi di ruang publik seperti tempat wisata diharapkan mampu merawat ingatan kolektif masyarakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur, khususnya pada momen-momen besar seperti perayaan Tahun Baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.