Cegah Balap Liar, Mekanik Lokal Unjuk Gigi di Ajang Pacitan Street Racing Jalan Pancer Dorr

oleh -241 Dilihat
ADU MEKANIK. Sejumlah mekanik lokal Pacitan tampak fokus melakukan penyetelan mesin sepeda motor sebelum turun lintasan dalam ajang Pacitan Street Racing di Jalan Pancer Dor, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan ini menjadi wadah unjuk kreativitas modifikasi mesin secara positif. (Foto: Fidi Ardiansyah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Raungan mesin sepeda motor memecah keheningan di kawasan Jalan Pancer Dorr, Kabupaten Pacitan, saat ratusan pecinta otomotif memadati area tersebut untuk menyaksikan gelaran Pacitan Street Racing pada Sabtu (27/12/2025).

Ajang adu kecepatan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari ini tidak hanya menjadi panggung hiburan semata, melainkan wadah resmi bagi para mekanik lokal untuk unjuk kebolehan dalam meracik mesin balap sekaligus sebagai upaya strategis menekan angka balap liar di kalangan generasi muda.

Pantauan di lokasi menunjukkan atmosfer kompetisi yang begitu kental namun tetap sportif.

Para mekanik lokal tampak sibuk di paddock darurat mereka, bekerja dengan ketelitian tinggi saat melakukan penyetelan mesin, memeriksa rangka, hingga memastikan setiap komponen kendaraan berada dalam kondisi prima sebelum turun ke lintasan.

Keseriusan para teknisi jalanan ini menjadi tontonan menarik bagi warga sekitar yang berbondong-bondong memadati sisi lintasan dengan penuh antusiasme, memberikan dukungan bagi jagoan mereka masing-masing.

Ketua Panitia Pacitan Street Racing, Andi Prasetyo, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan untuk memberikan saluran positif bagi bakat-bakat otomotif di Pacitan yang selama ini kurang mendapatkan ruang ekspresi yang aman.

Menurutnya, energi besar anak muda Pacitan perlu diarahkan ke wadah yang lebih terorganisir dan memperhatikan standar keselamatan agar tidak tumpah ke jalan raya umum yang membahayakan publik.

“Dengan adanya ajang resmi seperti ini, hobi balap bisa tersalurkan dengan aman. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengurangi risiko balap liar karena dilakukan di tempat yang lebih terkontrol dan memperhatikan faktor keselamatan,”kata Andi Prasetyo di sela-sela kegiatan.

Respons positif pun datang dari para pelaku balap itu sendiri. Rizky, pemuda berusia 21 tahun yang turut meramaikan acara tersebut, mengaku sangat mengapresiasi langkah panitia yang telah menyediakan arena kompetisi yang layak.

Bagi Rizky dan kawan-kawannya, keberadaan event resmi seperti ini adalah jawaban atas kerinduan mereka untuk memacu adrenalin tanpa harus dihantui rasa was-was akan razia maupun risiko kecelakaan fatal di jalan raya.

“Adanya balap resmi seperti ini jauh lebih safety dan positif. Kami bisa menyalurkan hobi tanpa harus membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,”jelas Rizky.

Melalui penyelenggaraan Pacitan Street Racing, panitia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang adu kecepatan sesaat, tetapi mampu membangun budaya baru di kalangan pecinta otomotif Pacitan.

Budaya yang mengedepankan ketertiban, keselamatan, serta mempererat tali silaturahmi antar komunitas motor, sehingga stigma negatif tentang anak motor perlahan dapat terhapus berganti dengan prestasi yang membanggakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.