Akses Utama Rusak, Warga Pantai Mbresah Pacitan Tambal Jalan Secara Swadaya Demi Keselamatan Wisatawan

oleh -461 Dilihat
AKSES MEMBAHAYAKAN. Kondisi jalan utama menuju Pantai Mbresah, Pacitan, yang rusak dan dipenuhi kerikil lepas. Warga setempat secara swadaya menambal jalan tersebut guna meminimalisir risiko kecelakaan bagi wisatawan yang melintas. (Foto: Ingge Alylla Vinyzcia/Pacitanku)

Pacitanku.com, PRINGKUKU — Kenyamanan wisatawan yang hendak menikmati libur akhir tahun di Pantai Mbresah, yang terletak di sebelah barat kawasan Pantai Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, sedikit terganggu kerna infrastruktur jalan yang belum memadai.

Akses utama menuju destinasi wisata yang kini kian populer sebagai lokasi berkemah tersebut mengalami kerusakan cukup parah dengan kondisi permukaan aspal yang mengelupas, tidak rata, dan dipenuhi batu kerikil lepas yang membahayakan pengendara.

Kerusakan infrastruktur ini menjadi keluhan utama warga dan pelaku usaha setempat karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses vital menuju bibir pantai.

Kondisi jalan yang memprihatinkan ini disinyalir terjadi akibat gerusan air hujan yang intens serta tingginya volume kendaraan wisatawan yang melintas, namun hingga kini belum mendapat sentuhan perbaikan resmi dari pemerintah daerah maupun dinas terkait.

Tukino, seorang penjaga vila sekaligus pedagang di kawasan Pantai Mbresah, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai.

Suasananya yang tenang menjadikannya destinasi wisata ini yang sempurna untuk melepas penat. (Foto: Febriani Cahyaningtias/Tim JIP Pacitanku.com)

Menurutnya, kontur jalan yang menurun menuju pantai membuat aspal cepat rusak saat musim penghujan, terlebih beban kendaraan pengunjung terus meningkat seiring lonjakan wisatawan menjelang pergantian tahun.

Merespons lambatnya penanganan dari pihak terkait dan demi mencegah risiko kecelakaan bagi wisatawan, warga sekitar akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara mandiri.

Tukino menuturkan bahwa masyarakat lokal bersama kelompok pemilik warung di sekitar lokasi secara sukarela mengumpulkan dana atau iuran untuk menambal bagian-bagian jalan yang rusak parah sebelum puncak libur tahun baru tiba.

“Jalannya masih belum bagus, masih sempit dan rusak. Karena sering hujan, jalan yang turun ke Pantai Mbresah itu jadi cepat rusak. Yang menambal aspal rusak ini sebelum tahun baru ya dari iuran warga dan kelompok warung-warung sekitar sini,”kata Tukino saat ditemui di lokasi.

Di sisi lain, Tukino bersyukur bahwa meskipun akses jalan terbatas, antusiasme wisatawan untuk mengunjungi Pantai Mbresah terus menunjukkan tren positif, terutama pada momen libur panjang akhir tahun ini.

Namun, ia dan warga setempat sangat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.

Hal ini dinilai krusial karena kerusakan jalan tidak hanya mengancam keselamatan dan kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi menghambat laju perekonomian warga lokal yang sangat bergantung pada kelancaran akses pariwisata di kawasan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.