Unik, Lansia Jadi Bintang Lomba Menyanyi Sambung di Ketanggung Pacitan

oleh -944 Dilihat
Tim lansia nomor undian 1 tampil dalam lomba menyanyi sambung peringatan Hari Ibu ke-79 Ketanggung. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, SUDIMORO-Suasana Balai Desa Ketanggung, Kecamatan Sudimoro, tampak berbeda pada hari ini.

Puluhan lansia berkumpul untuk mengikuti lomba menyanyi sambung dalam rangka menyongsong peringatan Hari Ibu ke-79.

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh seluruh RW di Desa Ketanggung.

Sebanyak 13 RW ambil bagian, masing-masing mengirimkan lima peserta lansia untuk berkompetisi secara antusias dan penuh keceriaan.

Lomba menyanyi sambung ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Desa Ketanggung bekerja sama dengan Pemerintah Desa Ketanggung didukung oleh beberapa donatur seperti Anggota DPRD Dapil 5, Tumardi.

Ketua TP PKK Desa Ketanggung, Winarti, menyampaikan bahwa list lagu yang dinyanyikan ada dua jenis, Kenangan dan bebas.

“Tujuan utama lomba ini untuk menghibur para lansia dan memberi ruang bagi mereka untuk berkreasi. Biar senang, karena sehat itu diawali dari pikiran yang senang,” ujar Winarti.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Ketanggung, Suyono, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai bentuk perhatian kepada warga lanjut usia agar tetap aktif dan berdaya.

Salah satu peserta, Sumarni (60) dari RW 2, mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut.

Ia bahkan bersama timnya rutin berlatih sebelum lomba digelar.

“Latihannya seminggu tiga kali. Senang kok, lansia dibuat kegiatan seperti ini, meriah,” tuturnya.

Pembukaan lomba turut dihadiri Camat Sudimoro, Taufik, yang mengapresiasi inisiatif Desa Ketanggung.

Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti tingginya angka harapan hidup di desa tersebut.

“Ini luar biasa, menunjukkan bahwa lansia di Ketanggung masih aktif dan patut kita perjuangkan bersama,” katanya.

Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Dapil 5, Heru.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata keguyuban masyarakat dalam memaknai Hari Ibu.

“Saya salut, masyarakat bergeliat dan merayakan Hari Ibu dengan cara-cara yang bermakna,” ujarnya.

Kegiatan lomba menyanyi sambung ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana kebahagiaan dan silaturahmi bagi para lansia, sekaligus menegaskan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dan berdaya.

Ketua Penggerak PKK Ketanggung menyanyi bersama anggotanya. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

No More Posts Available.

No more pages to load.