Duar! Ledakan Diduga Mercon Hancurkan Rumah di Tegalombo, 2 Orang Luka-luka

oleh -590 Dilihat
OLAH TKP: Personel Polsek Tegalombo melakukan penyelidikan di lokasi ledakan rumah warga Desa Tahunan Baru. Kapolsek Tegalombo, Iptu Fatchur Rahman, menduga ledakan dipicu aktivitas peracikan bubuk mesiu petasan dan mengimbau keras warga untuk menghentikan pembuatan bahan peledak berbahaya tersebut. (Foto: Dok. Polsek Tegalombo)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Suara ledakan dahsyat menggemparkan warga Dusun Semanding, Desa Tahunan Baru, Kecamatan Tegalombo, Pacitan pada Jumat (12/12/2025) pagi.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut meluluhlantakkan satu unit rumah hunian milik warga bernama Sugiyanto hingga mengakibatkan dua orang penghuninya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tegalombo, Iptu Fatchur Rahman, membenarkan adanya peristiwa yang memporak-porandakan bangunan di lingkungan RT 4 RW 5 tersebut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, ledakan diduga kuat bersumber dari bahan peledak jenis mesiu yang biasa digunakan untuk pembuatan mercon.

“Betul, ledakan yang terjadi pagi hari ini mengakibatkan rumah hancur. Dugaan sementara berasal dari bahan peledak mesiu untuk mercon,”kata Iptu Fatchur Rahman saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Jumat siang.

Dampak ledakan tersebut terbilang sangat parah mengingat satu bangunan rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga dan hanya dipisahkan sekat tembok itu hancur berantakan.

Bagian dinding jebol, atap bangunan runtuh, serta sejumlah perabotan rumah tangga hancur tak berbentuk dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp80 juta.

Saat kejadian berlangsung, diketahui terdapat lima orang anggota keluarga yang sedang berada di dalam rumah.

Akibat peristiwa ini, dua orang menjadi korban dan harus segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Salah satu korban mengalami luka yang cukup serius hingga harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

“Korban ada dua. Satu dirawat di Puskesmas Gemaharjo, satu lagi dirujuk ke Ponorogo karena mengalami patah tulang dan harus dioperasi,”tambah Fatchur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pemicu pasti ledakan, namun indikasi kuat mengarah pada aktivitas peracikan bahan peledak di dalam rumah.

Sementara itu, petugas kepolisian bersama warga setempat terus bergotong royong membersihkan sisa-sisa puing bangunan.

Kapolsek Tegalombo memberikan imbauan kepada masyarakat agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Ia meminta warga untuk menghentikan segala aktivitas pembuatan petasan yang berisiko tinggi mengancam nyawa.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuat mercon atau bahan peledak lainnya yang membahayakan. Kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak bermain dengan bahan berbahaya,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.