Pacitanku.com, JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Pacitan di kancah nasional.
Hal itu dipastikan setelah Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sudimoro, Indra Prastowo, sukses menyabet gelar Juara 1 Kategori Kepala SMK Transformatif dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025.
Capaian gemilang yang diraih di Jakarta ini mengukuhkan Indra sebagai satu-satunya delegasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang berhasil menduduki puncak tertinggi pada kategori tersebut setelah menyisihkan 38 perwakilan kepala sekolah terbaik lainnya dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kemenangan tersebut diraih berkat inovasi visioner yang dipresentasikan Indra bertajuk “Laboratorium Semesta Berbasis Kesalehan Lokal dengan Pendekatan Inkuiri Kolaboratif”.
Konsep pendidikan yang diusung pria asal Pacitan ini menekankan pada penggabungan kearifan lokal dengan metode pembelajaran modern guna menciptakan lingkungan belajar yang relevan dan mendalam bagi siswa kejuruan.
Melalui pendekatan ini, sekolah didorong tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu semata, melainkan menjelma menjadi pusat kolaborasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai karakter dalam menjawab tantangan zaman.
Indra Prastowo menjelaskan bahwa inovasi Laboratorium Semesta dilatarbelakangi oleh dua tujuan utama, yakni aspek kolaborasi dan penguatan karakter siswa.
Menurutnya, pendekatan tersebut berupaya memanfaatkan dan mengoptimalkan peran serta kolaborasi sekolah dengan pemangku kepentingan untuk menyelesaikan permasalahan kompetensi siswa.
“Termasuk pemberdayaan komponen dan revitalisasi tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR),”katanya
Lebih dalam lagi, Indra menekankan pentingnya internalisasi nilai luhur dalam pendidikan vokasi.
Indra berupaya menjadikan nilai-nilai baik dalam kearifan lokal menjadi sebuah nilai kesalehan lokal sebagai dasar dari semua pengembangan program agar siswa senantiasa memiliki akhlakul karimah.
“Selain itu juga kemampuan bermasyarakat yang baik, dan kompetensi unggul sehingga dapat menjawab tantangan global,”ujarnya.
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah karena proses penjurian berlangsung secara maraton sejak 17 November 2025 guna menguji konsistensi dan keunggulan setiap inovasi.
Tahapan tersebut diakhiri dengan sesi wawancara dan uji kelayakan yang ketat pada 25 hingga 26 November 2025 di hadapan dewan juri yang terdiri dari guru besar dan pakar ahli vokasi.
Penganugerahan penghargaan ini disaksikan dan diapresiasi langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang didampingi Direktur Jenderal GTK Pendidikan Guru, Nunuk Suryani.
Usai menerima penghargaan, Indra mengungkapkan harapannya agar inovasi yang digagasnya dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kemajuan pendidikan nasional.
Dia berharap capaian prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa berimbas positif dan menginspirasi insan pendidikan lain untuk senantiasa berinovasi
“Karena pendidikan harus terus bergerak dan kepala sekolah adalah motor penggerak transformasi,”pungkasnya.
Rangkaian kegiatan Apresiasi GTK Kemendikdasmen 2025 ini ditutup dengan Puncak Acara Hari Guru Nasional yang digelar megah di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, yang sekaligus menandai komitmen serius pemerintah terhadap peran sentral guru dan tenaga kependidikan dalam pembangunan bangsa.











