Pacitanku.com, NGADIROJO — Semangat para petambak udang di Kabupaten Pacitan kembali digelorakan melalui serangkaian kegiatan pemberdayaan yang diinisiasi oleh PT Aqubeta Dipo Jaya, sebuah perusahaan rintisan di bidang bioteknologi perikanan dan lingkungan.
Pada Kamis (20/11/2025), perusahaan tersebut sukses menyelenggarakan dua agenda utama: Workshop Optimasi Kultur Mikroba Budidaya Udang serta Penebaran Eco Enzym untuk Bioremediasi Sungai Taman, sebuah langkah konkret dalam mewujudkan praktik budidaya udang yang lestari dan ramah lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo dan area tambak di Dusun Taman ini bertujuan untuk menjawab tantangan serius yang kini dihadapi petambak, yakni menurunnya kualitas air dan fluktuasi harga udang yang berimbas pada produktivitas.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Pacitan, serta dihadiri oleh Kepala Desa Hadiwarno dan komunitas petambak setempat, Aqubeta menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya mewujudkan budidaya udang yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Kabupaten Pacitan.
Optimalisasi kultur mikroba dan penerapan teknologi ramah lingkungan dinilai menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha.
CEO Aqubeta, Bahry, menegaskan bahwa acara ini merupakan aksi nyata perusahaannya dalam mendukung ekosistem budidaya yang lebih baik.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk kembali meningkatkan semangat para petambak Pacitan dalam mengelola budidaya udang,” tutur Bahry.
Dia menekankan bahwa peningkatan kapasitas petambak melalui pemanfaatan mikroba dan teknologi ramah lingkungan sangat penting dilakukan untuk menghadapi kondisi yang ada.

Potensi budidaya udang di Pacitan, yang menjadi penyumbang utama produksi perikanan budidaya di wilayah tersebut, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Dukungan positif datang dari Pak Agung, perwakilan Dinas Perikanan Pacitan. Ia berharap inisiatif ini dapat memperkuat ekosistem budidaya.
“Pacitan memiliki potensi besar dalam produksi udang,”kata Agung.
Agung juga menegaskan pentingnya kegiatan ini agar ekosistem budidaya di Pacitan menjadi lebih produktif dan kompetitif.
Sejalan dengan semangat kelestarian, Kepala bidang penataan lingkungan Dina Lingkungan Hidup Pacitan Hadi Prijo Sujono memberikan penekanan khusus pada aspek lingkungan.
Hadi juga menyoroti perlunya pengelolaan tambak dan limbah yang sesuai dengan standar yang berlaku.
“Perlunya pengelolaan tambak dan limbah yang sesuai dengan standar yang berlaku agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga,”kata Hadi.
Penerapan teknologi eco enzym dan praktik budidaya yang bertanggung jawab diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi kualitas ekosistem perairan lokal.













