Berlangsung Hangat, Lansia Pacitan Antusias Sampaikan Aspirasi dalam Reses Tumardi

oleh -171 Dilihat
Tumardi menyalami para lansia yang hadir dalam Resesnya di Balai Desa Ketanggung, Kamis, 20 November 2025. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, SUDIMORO— Anggota DPRD Pacitan Dapil 5 Sudimoro–Ngadirojo, Tumardi, menggelar reses lokasi kedua di Balai Desa Ketanggung, Kamis (20/11/2025).

Reses kali ini terasa unik karena dihadiri puluhan ibu-ibu lansia yang datang sejak pagi dengan penuh semangat.

Usai reses, mereka akan mengikuti sosialisasi dampak buruk asap rokok.

Kepala Desa Ketanggung, Suyono, menyebut keterlibatan lansia ini sebagai inovasi desa.

“Ini merupakan terobosan kami agar lansia juga tersentuh, Pak. Tidak hanya pemuda atau bapak-bapak, namun juga simbah-simbah dapat menyalurkan kreativitas sejak Agustus kemarin,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan visi Ketua Penggerak PKK Desa Ketanggung, Winarti, yang mendorong pemberdayaan lansia secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Tumardipun berpesan penting soal kesehatan.

“Jaga kesehatan Bu, jangan sampai abai. Ada fasilitas CKG gratis dari pemerintah, mari kita manfaatkan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung tantangan pembangunan daerah.

“Program Pacitan Semakin Bahagia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kami mengalami defisit dan efisiensi biaya yang berdampak pada pembangunan,” jelasnya.

Suasana reses semakin hangat ketika para lansia menyampaikan aspirasi mereka dengan gaya humoris, seperti keluhan soal jalan menuju masjid yang becek hingga keinginan jalan-jalan keluar desa.

Aspirasi yang disampaikan dengan gaya jenaka tersebut menimbulkan gelak tawa seluruh forum, dan Tumardi menanggapinya dengan santai serta penuh penghargaan.

Sebagai bentuk dukungan langsung, Tumardi juga telah berkontribusi memberikan bantuan dana untuk kegiatan lomba lansia yang akan digelar pada Desember mendatang.

Reses di Desa Ketanggung hari ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat dapat menghadirkan suasana yang inklusif, hangat, serta bermakna terutama bagi para lansia yang seringkali luput dalam kegiatan publik.