Reses di Tengah Sawah, Ketua DPRD Pacitan Dorong Anak Muda Jadi Petani Modern yang Cuankan Pertanian

oleh -171 Dilihat
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setya Budi (ASB), menggelar reses unik di tengah sawah Dusun Pakel, Desa Losari (19/11/2025). Kades Losari berharap, kehadiran ASB yang cinta pertanian dapat memajukan sektor lokal melalui BUMDes dan KDMP. (Foto: Yahya Ali R)

Pacitanku.com, TULAKAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, S. Sos, M. P.A (ASB), menggelar Reses Masa Sidang I Tahun 2025 di lokasi yang tidak biasa, yakni di tengah sawah Dusun Pakel, Desa Losari, Kecamatan Tulakan, Pacitan.

Reses unik ini menjadi penegasan komitmen ASB dalam mendorong sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan dan sumber ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda.

Kepala Desa Losari, Tumarno, menyambut antusias kegiatan ini, yang merupakan kali pertama dilakukan anggota DPRD di tengah sawah Dusun Pakel.

Tumarno berharap, kehadiran wakil rakyat yang cinta pertanian dapat memajukan sektor tersebut di Desa Losari melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Baru kali ini ada anggota DPRD Pacitan yang reses di Dusun Pakel dan reses di tengah sawah. Harapan kita bisa, Desa Losari lebih maju kedepannya melalui BUMDes dan KDMP,”kata Tumarno.

Dia juga berharap aspirasi masyarakat dapat terealisasi pada anggaran tahun 2027 mendatang.

Menanggapi harapan tersebut, ASB menjelaskan bahwa lokasi reses yang dipilihnya sejalan dengan program prioritas nasional dan keyakinan pribadinya terhadap potensi pertanian.

“Saya menyoroti pertanian, karena sesuai dengan program Presiden Prabowo Subianto yaitu ketahanan pangan. Saya ingin anak-anak muda Pacitan ke depan bisa mencintai pertanian karena sebenarnya jika dikelola dengan baik bisa cuan dan menghasilkan,”kata ASB.

ASB, yang berasal dari Desa Jatigunung, menyebut ada pemuda di Pacitan yang sukses menanam cabai dan melon dengan omzet fantastis. Ia menggunakan contoh tersebut untuk mengubah stigma profesi petani.

“Seminggu bisa omzet 80 juta seminggu. Ini bisa dijadikan contoh. Jangan hanya mengejar gengsi tetapi kantong tidak berisi. Pertanian sangat dibutuhkan dan pasarnya jelas,”kata legislator Partai Demokrat dari daerah pemilihan VI Pacitan (Tulakan dan Kebonagung) ini.

Dalam Reses yang diikuti puluhan warga Desa Losari tersebut, ASB menerima berbagai aspirasi yang mencakup bidang infrastruktur, pendidikan, dan pertanian. Salah satu warga, Feri, yang mengelola green house sayuran, mengaku sangat terbantu dengan sinergi bersama ASB.

“Kebutuhannya sangat tinggi, apalagi ada MBG (Makan Bergizi Gratis), sehingga sinergitas dengan berbagai pihak salah satunya adalah dengan Mas ASB, selain Ketua DPRD juga wakil rakyat yang senang dengan dunia pertanian. Ini sangat membantu kami untuk terus tumbuh dan berkembang,”kata Feri.

Seluruh aspirasi yang tercatat dalam reses tiga pilar ini akan dicatat dan dimasukkan dalam perencanaan anggaran tahun 2027.

No More Posts Available.

No more pages to load.