Inovasi Guru SLB Punung Pacitan Raih Peringkat 2 GTK Transformatif Berkat Model Time Token Arends Modifikasi

oleh -163 Dilihat
Ayu Putri Virkaningtyas, Guru SLB Punung, meraih Peringkat 2 GTK Transformatif berkat inovasi Time Token Arends Modifikasi untuk siswa hambatan intelektual. Inovasi ini efektif meningkatkan kualitas interaksi dan kepercayaan diri siswa di kelas. (Foto: Dok. Pribadi)

Pacitanku.com, PACITAN – Dunia pendidikan khusus Pacitan menorehkan prestasi signifikan setelah Ayu Putri Virkaningtyas, seorang guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Punung, dinobatkan sebagai Peraih Peringkat 2 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif tingkat SLB.

Penghargaan ini diraih berkat inovasinya dalam penerapan model pembelajaran Time Token Arends yang dimodifikasi khusus untuk siswa dengan hambatan intelektual.

Ayu Putri Virkaningtyas menjelaskan, pengembangan model ini didasari kewajiban fundamental guru SLB untuk mengakomodasi kebutuhan masing-masing peserta didik.

Baca juga: Inovasi Augmented Reality Antarkan Guru SD Pacitan ini Raih Terbaik 1 GTK Transformatif Jatim 2025

Modifikasi pada model Time Token Arends dipilih karena belum pernah diterapkan langsung pada peserta didik hambatan intelektual, dan terbukti efektif meningkatkan kualitas interaksi di kelas.

“Sebagai guru SLB, kita dituntut mengakomodasi kebutuhan peserta didik kita, oleh karena itu saya mengembangkan model pembelajaran ini sesuai dengan karakteristik, kemampuan, serta minat bakat peserta didik saya,” tegas Ayu.

Tujuan utama dari inovasi ini adalah membentuk peserta didik berkebutuhan khusus yang mandiri dan mampu berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya. Dalam praktiknya, model ini memerlukan proses bertahap dan pengulangan intensif untuk menyeimbangkan partisipasi bicara siswa.

“Karena subjek atau target saya adalah anak-anak hambatan intelektual, tentunya penerapan model pembelajaran ini tidak instan. Tentunya banyak pengulangan agar akhirnya anak-anak percaya diri dan berani untuk menyampaikan pendapat, mendeskripsikan, dan tidak mendominasi pembicaraan saat di kelas,” ungkap Ayu.

Keberhasilan ini membuktikan optimisme Ayu yang selalu berprinsip untuk tidak kalah saing.

“Tentunya sebagai guru di Pacitan kita tidak boleh kalah saing dengan guru-guru yang ada di kota, kita yakin bahwa peserta didik berkebutuhan khusus dari Pacitan juga mampu bersaing,” ujarnya.

Keyakinan ini turut dibuktikan dengan prestasi gemilang SLB Punung di berbagai ajang, seperti meraih 5 besar FLS3N, LKSN, dan O2SN tingkat provinsi.

Ayu berharap, praktik baik model pembelajaran ini dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lain dan ia telah mendokumentasikan konsep inovatif ini dalam sebuah buku hasil kolaborasi dengan Kepala SMKN 1 Sudimoro, Indra Prastowo.

No More Posts Available.

No more pages to load.