Pacitanku.com, TULAKAN — Antusiasme masyarakat Pacitan terhadap program open garden petik melon di Kitamani Garden, Dusun Bongkot, Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, ternyata melampaui ekspektasi pemiliknya.
Program agrowisata yang awalnya dibuka secara iseng dan hanya dipromosikan melalui media sosial tersebut mendapat sambutan luar biasa.
Pemilik Kitamani Garden, Sutarno, mengaku terkejut melihat respons positif tersebut. Ia menuturkan, program yang dibuka dari 30 Oktober hingga 2 November itu menghasilkan lonjakan pengunjung yang signifikan.
“Ketika kita iseng-iseng buka di TikTok itu, bikin konten open garden dari tanggal 30 Oktober sampai tanggal 2 November, ternyata antusias masyarakat luar biasa. Daya belinya luar biasa, saya kaget di Pacitan ini daya beli masyarakat ternyata luar biasa,”kata Sutarno, Minggu (2/11/2025) di Tulakan.
Sutarno menjelaskan, agrowisata ini mengusung konsep edukasi, di mana pengunjung dapat memetik melon sendiri dengan didampingi petugas.

Konsep ini menjadi daya tarik utama, selain tiket masuk yang digratiskan, dan didukung oleh estetika kebun yang bersih dan higienis.
“Jelas wisata ini wisata edukasi karena wisata kita tidak ada tiket masuk, gratis. Edukasi adalah yang penting, hal-hal seperti ini tanpa mentor, tanpa praktik juga tidak mungkin. Jadi, setidaknya kita akan menumbuhkan di generasi anak-anak untuk mencintai pertanian,” jelasnya.
Melihat tingginya animo tersebut, Sutarno berencana membuka kembali kebunnya saat panen raya berikutnya, kemungkinan sepuluh hari sebelum Hari Raya Idulfitri dan juga akan memanfaatkan momentum di bulan Desember.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada beberapa sekolah yang belum sempat dilayani karena membludaknya masyarakat umum, dan berjanji akan memprioritaskan kunjungan edukasi mereka pada panen berikutnya.
Sutarno berharap agrowisata ini dapat menjadi inspirasi bagi petani lokal, terutama generasi muda Pacitan.
“Harapan saya ke depannya terutama petani di Pacitan harus pintar dan juga cerdik. Kita sudah berusaha, jadi bukan hanya cukup untuk dimakan sendiri, tapi juga harus dijual, harus menambah income. Anak muda itu harus menjadi bos,” tutupnya.











