Pacitanku.com, TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), sukses menggelar program Familiarization Trip (Fam Trip) bertajuk “Explore TGX Southern Paradise” pada 4 hingga 5 Oktober 2025.
Kegiatan yang bersinergi dengan Kementerian Pariwisata RI ini bertujuan mempromosikan kekayaan pariwisata Trenggalek secara masif dengan memanfaatkan pemasaran digital.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kabupaten Trenggalek, Bambang Supriyadi, menjelaskan bahwa Fam Trip dua hari ini secara khusus mengeksplorasi destinasi di wilayah selatan Trenggalek yang kaya akan potensi.
“TGX” sendiri merupakan akronim dari Trenggalek (TG) dengan X yang merepresentasikan keunikan khas daerah tersebut.
“Trenggalek memiliki potensi wisata yang sangat komplet, mulai dari pantai, gunung, tebing, hingga kekayaan budaya,” ujar Bambang.
Ia berharap, setelah masyarakat atau konsumen memiliki awareness tentang potensi wisata Trenggalek, akan timbul keinginan, dan akhirnya keputusan untuk berwisata ke sana.

Acara yang melibatkan total 30 peserta (media nasional, konten kreator, fotografer, dan biro perjalanan) ini mengeksplorasi garis pantai Trenggalek yang membentang kurang lebih 95 kilometer.
Salah satu yang beruntung adalah Pacitanku, media dan influencer dari Pacitan yang juga turut serta dalam kegiatan itu.
Pada hari pertama, Sabtu (4/10/2025), peserta mengunjungi Goa Lowo, Desa Wisata Durensari, Hutan Mangrove Cengkrong, Pantai Prigi, Pantai Mutiara, dan Pantai Pasir Putih Karanggongso. Acara malam harinya diisi dengan Meet and Greet bersama Bupati Trenggalek dan Anggota DPR RI, sekaligus menyaksikan penutupan Festival Jaranan.
Hari kedua, Minggu (5/10/2025), eksplorasi dilanjutkan ke destinasi yang fokus pada konservasi dan alam, yaitu Pantai Pelang, Pantai Kili-Kili (Eduwisata konservasi penyu), dan Pantai Kuyon.
Bambang Supriyadi menjelaskan, menggandeng influencer adalah cara efektif untuk memperluas jangkauan pemasaran secara digital.
“Secara output, kami harapkan teman-teman peserta dari experience di Trenggalek itu nanti bisa membuat konten dan konten itu di-publish,”tuturnya.
Dampak akhirnya diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Lebih dari sekadar promosi, Disparbud Trenggalek berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata dengan prinsip berkelanjutan.

“Kami dorong agar pengembangan destinasi wisata mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Kita memanfaatkan alam, tapi yang kita manfaatkan ini juga harus kita jaga sepenuhnya, jangan kita mengeksploitasi saja tanpa memperhatikan kelestariannya,” tegas Bambang.
Ia juga mengajak para calon wisatawan untuk membantu menjaga keindahan Trenggalek.
“Himbauan kami untuk sampah dan lain sebagainya itu monggo dikelola, dibuang di tempat-tempat sampah. Bantu kami untuk menjaga agar destinasi wisata Trenggalek tetap indah, aman, dan juga berkelanjutan,”paparnya.













