Pacitanku.com, PACITAN – Dafa Bima Arif Pratama (17), anak dari pelaku pembunuhan Arif Setiawan (45) alias Wawan, akhirnya buka suara.
Pemuda yang akrab disapa Bima itu menceritakan detik-detik mencekam insiden berdarah di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan pada Sabtu (20/9/2025) malam.
Bima, yang menjadi saksi kunci dan tampil di depan publik saat polisi melakukan identifikasi jasad ayahnya di RSUD dr. Darsono Pacitan.
Bima sendiri berhasil selamat dari amukan Wawan setelah berhasil melarikan diri. Selama beberapa hari, dirinya diamankan Polres Pacitan dan memberikan keterangan sebagai saksi kunci untuk membantu penyelidikan polisi.
Bima menceritakan, kepanikan dimulai ketika ayahnya mengamuk. Ia mencoba menyelamatkan ibunya dan kakeknya.
Namun, Bibi Bima yakni Eky (27), menjadi korban pertama. “Bibi duluan (yang dibacok, red),”kata Bima.
Setelah Bibi Eky dibacok, kakek Bima, Miskun, juga menjadi korban.
Bima sempat mendengar kakeknya berteriak.
“Setelah itu Kakek sudah dibacok. Dia bilang, ‘Aku dibacok, aku dibacok.’ Terus aku disuruh naik. Naik, melarikan diri,” jelas Bima.
Di tengah kepanikan, Bima menunjukkan tindakan heroik dengan berusaha menyelamatkan sepupunya, Arga Novalleky Saputra (11), yang kini meninggal dunia akibat luka parah.
Bima lantas mengajak Arga keluar dari rumah dan bersembunyi di luar.
“Aku nolongin keponakan saya Arga, yang di dalam rumah belakang, ajak keluar. ‘Ayo keluar. Jangan di rumah, di luar saja.’”kata Bima, mengenang peristiwa berdarah itu.
Namun, Arga yang ketakutan berteriak keras, menarik perhatian ayahnya.
“Ponakan saya (Arga) saya teriak, ‘Mas, Mas, ada Bapak Mas di sana! Aku takut.’ Dia teriak keras, terus Bapak nyari, kan,”kenang Bima.
Saat ayahnya mencari, Bima memanfaatkan kesempatan untuk lari lebih jauh. Pada akhirnya Bima selamat dan berhasil diamankan Polsek Arjosari, dan akhirnya dibawa ke Mapolres Pacitan.
Meskipun sebelumnya beredar dugaan bahwa motif pelaku adalah karena mantan istrinya akan menikah lagi, Bima membantah adanya permasalahan serius.
“Enggak, sebenarnya enggak ada permasalahan. Tiba-tiba kejadiannya, enggak ada masalah. Enggak ada masalah apa-apa,”tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pelaku Arif Setiawan tega membacok lima orang pada Sabtu (20/9/2025) malam, yang merenggut nyawa dua korban—Timi (60) dan cucunya, Arga Novalleky Saputra (11)—serta melukai tiga korban lainnya, yakni Eki (27), Miskun (60) dan Miswati (40).
Setelah 5 hari pencarian dengan melibatkan ratuan relawan gabungan hingga satuan K9 Polda Jatim, pelaku ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di jurang di desa setempat.
Diduga pelaku melakukan aksi bunuh diri usai melakukan aksi keji tersebut.










