Hong Club, Kafe Unik Dekat Konservasi Penyu: Pizza Italia, Bahasa Inggris, dan Pemberdayaan Warga

oleh -218 Dilihat
Suasana santai di Hong Club, kafe bernuansa alam dengan meja kayu dan deretan bendera dunia yang menghiasi atapnya (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN–Sebuah kafe bernama Hong Club hadir dengan konsep unik di kawasan dekat konservasi penyu Pacitan.

Kafe ini didirikan dan dikelola oleh tim manajemen khusus masyarakat konservasi, tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi warga yang terlibat dalam kegiatan konservasi.

Menurut BG, salah satu anggota manajemen Hong Club, kafe ini buka setiap hari dengan jam operasional weekend pukul 08.00–22.00 WIB dan weekday pukul 14.00–22.00 WIB.

Strategi ini dipilih karena akhir pekan biasanya ramai wisatawan, sementara hari kerja kebanyakan orang masih beraktivitas.

Menu andalan Hong Club adalah pizza autentik Italia dan aneka minuman segar.

Menariknya, BG belajar langsung membuat pizza dari seorang teman bule asal Italia yang merupakan pizza maker profesional.

Proses pemanggangan pizza pun memakai kayu alami yang terbawa arus laut, memberikan aroma dan cita rasa khas.

Selain menyajikan hidangan lezat, Hong Club membawa misi sosial.

“Kami ingin masyarakat konservasi ini lebih berdaya dulu, memberdayakan diri sendiri sebelum mereka bisa memberdayakan lingkungan seperti patroli penyu dll. Dengan usaha ini, mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ungkap BG.

Keunikan lain terlihat dari aturan komunikasi di area kafe.

Di area pizza, karyawan diwajibkan berbicara dalam bahasa Inggris terutama untuk melatih interaksi dengan wisatawan asing.

Sementara di dapur, bahasa Jawa digunakan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Kemudian di bar area mereka bebas menggunakan bahasa Indonesia.

Hong Club juga memanfaatkan media sosial untuk promosi dan menghadirkan berbagai aktivitas seperti tourist information, surf lesson, golf mini, dan kebun sayuran.

Bangunan kafe berbahan kayu dan bambu dengan nuansa Jawa yang kental, menambah kesan alami dan ramah lingkungan.

Ke depan, Hong Club diharapkan menjadi “sekolah kehidupan”, tempat masyarakat dan wisatawan bisa belajar bisnis, lingkungan, hingga praktik konservasi.

“Kami ingin Hong menjadi pusat berbagi ilmu, dari bahasa, bisnis, hingga pelestarian alam,” pungkas BG penuh harap.