Karnaval Nusantara di Tulakan Semarakkan HUT RI ke-80, Siswa Tampilkan Kekayaan Budaya Bangsa

oleh -180 Dilihat
Ratusan siswa TK dan SD dari 17 desa berpartisipasi menampilkan keanekaragaman adat dan budaya dari berbagai penjuru Indonesia. (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, TULAKAN — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Tulakan, Pacitan, pada Sabtu (30/8/2025) berlangsung meriah dengan digelarnya Karnaval Nusantara.

Ratusan siswa TK dan SD dari 17 desa berpartisipasi menampilkan keanekaragaman adat dan budaya dari berbagai penjuru Indonesia, mengubah jalanan menjadi panggung parade visual yang memukau.

Acara ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat makna edukatif untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi muda.

Koordinator karnaval, Wiyono, menjelaskan bahwa tema “Nusantara” sengaja diangkat untuk menumbuhkan pemahaman mendalam terhadap warisan budaya bangsa.

“Dengan semarak HUT RI ke-80 ini, untuk Kecamatan Tulakan kita mengambil tema Nusantara,” ujarnya.

“Harapannya, para peserta didik tahu adat istiadat yang ada di masing-masing provinsi dan kedepannya anak itu mengerti tentang budaya Nusantara,”imbuh dia.

Sebanyak 17 desa di Kecamatan Tulakan ikut serta dalam gelaran akbar ini. Setiap desa mengirimkan satu kontingen gabungan dari seluruh TK dan SD di wilayah mereka.

Wiyono menambahkan, setiap kontingen diwajibkan memiliki minimal 50 peserta dan dituntut untuk menampilkan ciri khas daerah yang mereka wakili secara utuh.

“Setiap kontingen menyesuaikan adat istiadat dari daerah yang diambil,” jelas Wiyono.

“Misalnya, Sumatera Utara. Mereka menyesuaikan pakaian, adat, ikon, tarian, mengikuti dari Sumatera Utara. Ini menarik dan menunjukkan kreativitas para peserta,”jelas dia.

Meskipun sempat terkendala cuaca dan harus mengubah rute, semangat para peserta tak luntur. Awalnya, rute direncanakan dimulai dari Lapangan Kates Doyong, namun karena becek, lokasi start dialihkan ke halaman SMPN 1 Tulakan.

Perubahan rute ini tidak mengurangi kemeriahan acara. Sepanjang perjalanan, para peserta disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari warga yang menyaksikan di pinggir jalan.

Karnaval ini tidak hanya sekadar perlombaan, melainkan sebuah wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Penilaian dilakukan berdasarkan kekompakan tim, kreativitas, inovasi, dan keserasian busana. Sebagai apresiasi, akan dipilih Juara 1, 2, dan 3, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3.

Melalui acara ini, Wiyono berharap semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap budaya tidak akan pernah pudar.

“Semoga untuk siswa meningkatkan kreativitas dan inovasi serta mengenal budaya yang ada di Indonesia,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.